Tampilkan postingan dengan label Profile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profile. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

Launching Buku "Sang Burung Biru"


Kesuksesan yang telah dicapai Blue Bird Group sebagai perusahaan taksi terbesar di Indonesia tidak diperoleh dengan cara singkat. Pencapaian Blue Bird Group diperoleh dari akumulasi perjuangan, tekad, keteguhan dalam menjalankan sebuah usaha yang berkarakter baik.


Untuk itu, sebagai perusahaan taksi yang telah beroperasi selama 40 tahun di Indonesia, Blue Bird Grup melalui buku Sang Burung Biru ingin mewariskan keunikan sejarah perjalanannya kepada generasi muda bangsa agar dapat menginspirasi mereka.


Banyak hal yang dapat dipelajari dari Sang Burung Biru.Buku tersebut menceritakan bagaimana kerja keras, tekad dan perjuangan tiada henti dapat memberikan kesuksesan kepada sebuah usaha yang pada awalnya banyak dihampiri oleh ujian.

Blue Bird Group mempersembahkan buku Sang Burung Biru kepada para generasi muda bangsa pada khususnya dan kepada seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya. 

Rencananya hari ini , Selasa, 29 Mei 2012, Blue Bird Group akan launching buku Sang Burung Biru yang diadakan di :

Atrium FX Mall
Jl. Jend. Sudirman

Pintu Satu Senayan - Jakarta Selatan
Waktu : 14.00 – 16.30

Keynote speaker : DR. Ir. Bambang Soesantono, Wakil Menteri Perhubungan RI (*)
Nara Sumber : Noni Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird Group
Alberthiene Endah, Penulis buku Sang Burung Biru
Billy Boen, Enterpreneur (*)

(*) to be confirm

Sukses Selalu buat Blue Bird Group...! 


Sumber : Kompas

Jumat, 25 Mei 2012

Ini Dia Taksi Tercepat di Dunia


Ini Dia Taksi Tercepat di Dunia - Berapa kecepatan taksi yang pernah Anda kendarai? Bila mau merasakan taksi super cepat, silahkan coba Jaguar XJ yang satu ini. Sebab di Jerman, Jaguar XJ ini jadikan sebuah taksi.

Namun, sang jaguar bukanlah taksi sembarangan karena hanya melayani penumpang yang hendak berkeliling ke sirkuit legendaris Nurburgring di Jerman.

Dengan mengendarai Jaguar XJ ini sang penumpang pun akan mampu melibas sirkuit sepanjang 14 mil ini bagai sedang balapan.

Untuk merasakan sensasi berkendara Jaguar XJ di sirkuit legendaris sebanyak 1 putaran ini penumpang yang dikenai biaya sebesar US$ 35 saja.

Tarif itu termasuk murah mengingat tarif taksi BMW M5 di sirkuit ini masih berada di angka US$ 280.

Sebelumnya, jasa taksi di sirkuit ini dikuasai oleh BMW M5 tapi Jaguar hendak melabrak hal tersebut dengan sebuah XJ Supersport yang dibekali mesin 5.0 liter lengkap dengan supercharged.

Mesin berkonfigurasi V8 ini mampu melahirkan tenaga hingga 510 tenaga kuda dengan torsi puncak di angka 461 lb-ft yang pada akhirnya mampu membuatnya berakselerasi dari diam sampai 100 km/jam dalam waktu 4,7 detik saja.

Di sirkuit ini pun si penumpang pun akan bisa merasakan berlari hingga kecepatan puncak mobil ini yang dibatasi secara elektronik di angka 250 km/jam.


Sumber : Detik

Baca Juga

Kamis, 24 Mei 2012

Kegigihan Pengemudi Taksi Perempuan


Pengemudi taksi perempuan Blue Bird sedang mengecek kendaraannya (foto : postkota)


Meski tak sebanyak pengemudi lelaki, peluang bagi pengemudi perempuan selalu terbuka sebagai wujud untuk mendorong emansipasi atau penyetaraan hak bagi perempuan.
 
Putri Indonesia 2011, Maria Selena pernah mengungkapkan pendapatnya tentang pengemudi perempuan  taksi Blue Bird Grup (lihat di sini).
“Saya rasa sangat baik ada perempuan pengemudi taksi. Sebab pengemudi taksi menuntut keahlian khusus. Selain harus mahir mengendarai mobil mereka juga berperan sebagai pemandu bagi penumpangnya. Ini bisa menjadi pekerjaan bagi kaum wanita,” 

Pengemudi Taksi Wanita juga bisa memperbaiki mobilnya dengan cekatan (Foto : Postkota)


Mengecek persiapan mengemudi (Foto : Postkota)

Membersihkan kendaraan (Foto : Media Indonesia)
Suasana akrab antar pengemudi perempuan (Foto : Media Indonesia)
Tidak ada istilah 'gengsi' para perempuan ini  menjalani profesinya dengan semangat yang gigih & senang hati.

Selasa, 22 Mei 2012

Inilah Taksi Mewah Terbaik Di Indonesia


Blue Bird Group (BBG), sebuah perusahaan taksi paling bonafid di Indonesia, sejak beberapa tahun lalu telah meluncurkan layanan taksi mewah yang diberi nama Silver Bird. Armada andalan untuk taksi premium ini adalah Mercedes Benz Seri C-Class dan E-Class.

Jumlah armada yang dioperasikan adalah sebanyak 750 unit untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Taksi ini berada di seluruh hotel bintang lima yang ada di Jakarta dengan fasilitas kenyamanan yang luar biasa. Untuk menjamin keamanan penumpang, taksi ini juga dilengkapi dengan fasilitas global positioning system (GPS).

Untuk pembayarannya, taksi ini dilengkapi dengan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang dapat melayani pembayaran melalu Flazz, Debit BCA, BCA Card, Citi, Visa dan Master Credit Card. Para pengemudi yang mengemudikan taksi ini adalah para sopir pilihan yang mempunyai kemampuan bahasa asing (terutama Inggris) untuk melayani para penumpang dan ekspatriat dari manca Negara.

Selain beroperasi di Jakarta, Silver Bird juga melebarkan sayapnya di kota pahlawan Surabaya sejak bulan Juni 2010 lalu. Bagi manajemen BBG, Surabaya merupakan kota terpenting di Indonesia setelah Jakarta. Kehadirannya di kota ini diharapkan dapat menambah ikon pariwisata kota terbesar kedua di Indonesia ini. Di samping itu, Surabaya juga merupakan kota transit bagi seluruh wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke wilayah Indonesia lain.

Ditambah lagi posisi Surabaya sebagai kota pelabuhan dan perdagangan terbesar kedua di Indonesia, kehadiran ragam moda transportasi menjadi faktor yang utama untuk dipertimbangkan.


Bagi CEO dan President Director BBG, Purnomo Prawiro, kehadiran taksi kelas premium merupakan sebuah kebutuhan bagi kota-kota internasional seperti Jakarta dan Surabaya. Dia menyebut bahwa taksi juga merupakan impresi pertama bagi wisatawan atas sebuah kota. Keramahan, kebersihan, ketertiban dan wawasan dari seorang pengemudi menjadi profil pertama yang akan mampu menggambarkan hal tersebut. Kehadiran Silver Bird E-Class diharapkan dapat berperan sebagai ujung tombak pertumbuhan pariwisata di Jakarta dan Surabaya.

Pertanyaannya adalah, mengapa BBG memilih Mercedes Benz sebagai armada utama taksi kelas premium ini ? Jawabannya tentu kita semua sudah tahu, bahwa Mercedes Benz mobil mewah terbaik Indonesia.





Sumber : aljo





Selasa, 08 Mei 2012

Siti Bugiah - Pengemudi Taksi Wanita


Banyak wanita saat ini berperan sebagai kepala rumah tangga. Berprofesi sebagai  sopir taksi adalah jalan yang harus ditempuh oleh Siti Bugiah untuk kembali bangkit dalam menggapai cita-cita hidupnya. 
 
Waktu masih menunjukan pukul 05.00 WIB, ketika banyak orang masih terlelap nyenyak diperanduan, wanita yang satu ini justru beranjak meninggalkan rumah kontarakannya di kawasan Larangan, Tangerang. Dengan mengendarai sepeda motor pinjaman temannya, ibu dua anak ini menuju pul taksi yang berjarak 5 km dari tempat tinggalnya.

Tidak banyak keinginan yang diharapkan Siti dalam menggeluti profesinya sebagai sopir taksi. Sejak berpisah dengan mantan suaminya pada 2006 silam, semua tanggung jawab keluarga beralih kepadanya. Membesarkan dan mendidik 2 anak yang masih kecil bukanlah perkara mudah. Namun semangat tinggi yang dimiliki wanita ini mampu mengalahkan semua tantangan  yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Supir Taksi Wanita 03 100x100 Semangat Sopir Taksi WanitaSupir Taksi Wanita 02 100x100 Semangat Sopir Taksi WanitaSupir Taksi Wanita 01 100x100 Semangat Sopir Taksi Wanita

“Aku menjalani semua dengan apa adanya. Justru aku bersyukur masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk membesarkan dan menyekolahkan anak,” ungkap, Bunda, begitu ia biasa dipanggil oleh teman seprofesinya.
Pekerjaan yang digelutinya ini berawal pada tahun 2007, setelah usaha toko sembakonya bangkrut akibat kenaikan harga, ia direferensikan oleh guru anaknya untuk menjadi sopir di Trans TV. Namun nasib baik belum berpihak kepadanya, pekerjaan itu telah terisi oleh orang lain.

Kemudian ia pun ditawarkan untuk menjadi sopir taksi Blue Bird, setelah menjalani tes akhirnya pekerjaan ini didapatkannya. Ia pun mengakui saat pertama menjadi sopir taksi ada perasaan malu bila bertemu teman atau saudara di jalan. Karena ingat dengan buah hatinya, rasa malu itu hilang.

“Buat apa gengsi, semua aku lakukan demi anak. Tidak masalah jika harus kaki di kepala atau kepala di kaki.” tegasnya.

Mengendarai mobil bukanlah suatu hal yang baru bagi wanita berusia 45 tahun ini. Pasalnya sejak SMA ia sudah belajar mengendarai, saat itu dengan menunggangi Suzuki Katana dan Suzuki Carry.

Berkendara di jalan Jakarta yang terkenal dengan kemacetannya menjadi santapan Bunda setiap harinya. Selama 12 jam wanita bertubuh mungil ini berjibaku dengan lalu lintas kota Jakarta yang dipenuhi jutaan kendaraan. Selalu siap melayani dan mengantar tamu ke tempat tujuan dengan penuh senyuman. Kesabaran menjadi pegangan hidupnya dalam menelusuri jalan sejauh 250 km setiap harinya, semua dijalaninya dengan rasa senang.

Supir Taksi Wanita 15 100x100 Semangat Sopir Taksi Wanita Supir Taksi Wanita 09 100x100 Semangat Sopir Taksi Wanita



“Mau macet, mau banjir aku jalani dengan happy,” tutur, Bunda.

Tidak hanya berkendara di Jakarta, ia pun sering mengantarkan tamunya hingga ke Serang, Bogor dan Puncak. Tutur bahasanya yang sopan membuat wanita ini disenangi oleh para tetangga, teman seprofesi, bahkan tamu yang di antar. Banyak pelanggannya yang menggunakan jasa wanita ini dengan langsung menelpon ke nomor pribadinya. Saat waktu libur pun dimanfaatkan menjadi sopir pribadi.

Untuk urusan anak yang ia tinggalkan selama bekerja, diserahkan kepada tetangga yang diakuinya seperti orang tuanya. Namun ia tetap mengurus semua keperluan anaknya termasuk menyiapkan makan sebelum berangkat kerja.

Dengan penghasilan berkisar Rp 3 – 3,5 juta/ bulan, wanita ini sudah dapat menyisihkan pendapatannya untuk membayar asuransi kedua anaknya dan keperluan lainnya. Selalu bersyukur dengan apa yang ia dapatkan, membuat dirinya semakin kokoh dalam berjuang menggapai cita-citanya.

“Hidup ini hanya sekali, jadi dinikmati saja. Yang penting selalu berdo’a dan beribadah.” ujarnya.

Matahari mulai terbenam, dalam kegelapan malam sopir taksi ini pun bergegas pulang ke rumah. Meski buah hatinya telah tidur mendahuluinya, ia pun merasa senang bisa tetap berkumpul dengan keluarganya dan berharap bisa tetap berjuang di esok harinya dengan terang.

Seperti buku karangan Raden Ajeng Kartini yang berjudul,  Habis Gelap Terbitlah Terang. Ayo tetap semangat Wanita Indonesia.

Jumat, 13 April 2012

Blue Bird berencana untuk IPO tahun depan


Blue bird berencana akan IPO, semuanya masih dalam proses. Ini dikatakan langsung oleh CEO dari PT Blue Bird Group, dr Purnomo Prawiro saat ditemui di tengah-tengah acara Cheung Kong Graduate School of Business yang diselenggarakan pada 12 April 2012 di Financial Hall Jakarta.

Rencananya saham perdana yang akan dijual di Pasar Saham adalah 20% dari total kepemilikan. Rencananya akan listing akhir tahun depan atau dua tahun lagi. Saat ini kepemilikan saham masih dikuasai keluarga besar dari pendirinya yaitu keluarga Djokosoetono. “Saat ini kita sedang dalam proses untuk IPO, kemungkinannya sekitar akhir bulan depan atau 2 tahun lagi” ungkapnya.

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi ini semakin berkembang. Terbukti dari Jumlah Pegawai dari Armada taksinya yang semakin bertambah. Saat ini PT Blue Bird Group memiliki 27000 supir professional dan 21000 Armada tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Lombok.

Visi yang dikedepankan perusahaan ini adalah meningkatkan kualitas perusahaan yang tujuannya untuk mensejahterakan pemegang saham saat ini. Sedangkan Misi perusahaannya adalah agar dapat memuaskan konsumen serta mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar.

“kami berencana untuk memfasilitasi 1000 GPS tiap bulannya disetiap Armada kami. Ini bertujuan agar supir taksi kami dapat mengetahui jalan di Jakarta sehingga konsumen pun dapat cepat diantar.  hal ini merupakan salah satu bentuk pelayanan untuk memuaskan konsumen sesuai dengan visi kami” imbuhnya. 


Sumber : wartaekonomi

Baca juga

Senin, 28 November 2011

Zahida Kasmi, Sopir Taksi Wanita Pertama di Pakistan


Seorang wanita Pakistam, Zahida Kasmi muncul sebagai sopir taksi wanita pertama di Pakistan. Pada usia 52 tahun wanita itu telah mengemudikan taksi ke hampir pelosok di Pakistan, dari kawasan sesak di pasar sampai di tengah perkampungan suku asli di pedalaman terpencil di negara itu.

Pada tahun 1992, sewaktu berumur 33 tahun, Zahida yang pada saat itu baru bergelar seorang “Janda” membuat keputusan yang akan mengubah hidupnya dengan menjadi seorang sopir taksi, yang pada saat itu, pekerjaan ini didominasi oleh kaum pejantan Pakistan, dan terkesan aneh dimana perempuan yang menjadi orang bertipe pekerja.

Dilahirkan dari keluarga dan masyarakat yang berfikiran konservatif, dia menentang kedzaliman keluarganya dikarenakan tidak ada pilihan atau sokongan untuk membiayai kehidupan enam orang anaknya.

Zahida mengambil kesempatan untuk menjadi sopir taksi, dengan memangfaatkan batuan pembiayaan dari pemerintah Pakistan yang membolehkan siapa saja membeli sebuah taksi baru dengan angsuran sesuai dengan kemampuan.

Beliau kemudian membeli sebuah taksi kuning dan memandunya setiap pagi di airport Islamabad untuk mengambil penumpang.

130070999178060503
Zahida kasmi bersama taksinya
Pada mulanya, zahida memnyimpan sebuah pistol di dashboard untuk berjaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tidak cukup dengan itu, beliau pun pernah membawa taksi dengan memakai burqa, sejenis pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya.

Mengemudikan taksi du jalan raya Islamabad yang sibuk dan kawasan pedalaman Pakistan mengajarkan Zahida banyak hal tentang negaranya sendiri, dan memupuk rasa nasionalismenya semakin kokoh akan kecintaanya terhadap Pakistan.

Suku pedalaman Pathan di barat laut yang terkenal dengan sifat lelakinya yang bengis dan keras kepala, melayani Zahida dengan sopan santun sepanjang perjalanannya. Bagaimanapun pekerjaan Zahida, anak-anak perempuanya tidak berminat melanjutkan pekerjaan sang ibu, karena masing-masing saat ini telah berkeluarga.



Sumber : Kompasiana

Rabu, 14 September 2011

Mantan Pendekar Itu Memilih Jadi Supir Taksi

Marina (47), mantan pesilat juara Asia yang menekuni profesi sebagai supir taksi (Atman Ahdiat) 

Jakarta - Disaat sebagian warga ibukota Jakarta masih terlelap dalam tidur, Marina (47 tahun) sudah berada di balik kemudi, menjelajahi jalanan untuk mencari penumpang.

Rutinitas sebagai sopir taksi tersebut sudah dijalani orang tua tunggal dengan dua anak dan empat cucu itu sejak empat tahun lalu.

Sejak berpisah dengan suaminya Rainer Nurdin pada 1990, mantan atlet pencak silat yang pernah menjadi juara Asia di Singapura tersebut harus menghidupi sendiri kedua anak perempuannya yang masih kecil, yaitu Ayu dan Rima

Beruntung wanita blasteran Jerman-Jawa itu masih bisa menumpang di rumah orang tuanya di daerah Bintara, Bekasi Barat, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk mengontrak rumah.

Sebelum menjadi sopir taksi Blue Bird, Marina dengan modal yang terbatas pernah mencoba dagang kebutuhan sehari-hari di dekat rumahnya, tapi gagal karena terus merugi.

"Saya akhirnya memutuskan untuk menjadi sopir taksi karena dari dulu saya memang gemar mengemudi," kata Marina kepada ANTARA di tempat tinggalnya di Bintara.

Marina, yang berayah Martin Segedi (alm) asal Jerman dan ibu Soekartien dari Malang, tampak menjalani profesinya dengan tenang dan nyaman, meski bagi sebagian masyarakat profesi supir taksi bagi sebagian wanita adalah hal yang tidak lumrah.

Berita yang sering muncul di berbagai media mengenai kejahatan yang dialami supir taksi, seperti penodongan, tidak membuat Marina ciut dalam menjalankan profesinya tersebut karena setiap profesi pasti ada resikonya.

Pada awalnya, kedua anaknya memang sempat keberatan dengan profesi ibunya sebagai sopir taksi karena kejahatan sering mengintai di jalanan ibukota dengan kehidupan yang sangat keras.

Menurut Marina, anak-anaknya sempat menitikkan air mata saat melepas kepergiannya dari rumah dengan seragam sopir Blue Bird.

Tapi lama kelamaan, rasa sedih dan khawatir tersebut berubah jadi bangga dan salut melihat keteguhan hati sang ibu demi untuk masa depan kedua anaknya.

Berkat kegigihannya itulah, Marina mampu menyekolahkan kedua anaknya sampai tingkat sarjana karena ia sudah bertekad agar pendidikan kedua buah hatinya lebih baik dari dirinya yang hanya tamatan SMA.

Keteguhan hati dan keikhlasan dalam menjalankan profesi itu pulalah yang membuat Marina muncul di majalah bulanan "Inspiring Woman Digest" edisi Februari 2011, bersama beberapa wanita terkenal lainnya, diantaranya pengusaha Dewi Motik Pramono dan Ingrid Kansil.

Perlakuan istimewa

Selama menjadi sopir taksi, Marina mengaku beruntung tidak pernah mengalami kejadian yang luar biasa, seperti penodongan oleh penumpang atau kejadian lainnya.

Kalau pun ada hal-hal yang tidak menyenangkan, itu pernah terjadi saat ia distop oleh beberapa lelaki yang dari gerak-geriknya sedang mabuk.

"Di perusahaan ada aturan kalau kita tidak boleh menolak penumpang. Tapi melihat gelagat yang tidak beres karena lelaki tersebut bicara kasar dan mulutnya bau alkohol, saya langsung tancap gas sebelum mereka naik," kata Marina.

Tapi tidak jarang Marina juga menerima perlakuan istimewa, baik dari para penumpang maupun dari sesama pengemudi taksi dari perusahaan lain.

Kalau yang menumpang adalah sesama perempuan, mereka biasanya tidak mau menerima uang kembalian.

"Simpan saja kembaliannya, untuk anak-anak di rumah," kata Marina menirukan ucapan penumpang yang bersimpati kepadanya.

Sesama pengemudi dari perusahaan lain pun juga sering mengistimewakan Marina, padahal persaingan antara sesama mereka sangat ketat.

Marina bercerita bahwa suatu hari, ia pernah mangkal di depan sebuah hotel di kawasan Jakarta Timur yang sebenarnya dikuasai oleh taksi dari perusahaan lain dan pengemudi Blue Bird tidak berani mangkal disana.

"Tapi mungkin karena saya perempuan, supir taksi dari perusahaan yang lain tidak keberatan, padahal kalau ada taksi Blue Bird berada disana, pasti sudah diusir," katanya.

Sebagai mantan atlet yang pernah mengibarkan Merah Putih di kompetisi tingkat Asia, Marina mengatakan bahwa juga berharap ada perhatian dari pemerintah agar mereka bisa hidup layak setelah pensiun sebagai atlet.

Saat mengalami kesulitan hidup setelah berpisah dengan suaminya dan harus menghidupi kedua anaknya, Marina pernah terpikir untuk mendatangi Kantor Menpora meminta bantuan, tapi ia tidak tahu harus menemui siapa sehingga rencana tersebut tidak pernah terwujud.

Setelah beberapa tahun kemudian dan ia sendiri sempat melupakannya, harapan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut kembali muncul setelah ia bertemu dengan pejabat kantor Menpora yang kebetulan menumpang taksinya.

"Waktu itu saya mendapat penumpang Pak Karsono dari Menpora. Beliau kaget setelah membaca majalah Blue Bird Grup bahwa saya adalah mantan atlet silat yang pernah berprestasi tingkat Asia," kata Marina.

Hati Marina pun berbunga-bunga ketika Karsono mengatakan bahwa Kantor Menpora mempunyai program penghargaan berupa bantuan rumah untuk mantan atlet berprestasi yang belum punya rumah.

"Sepulang mengantar Pak Karsono ke Menpora, saya langsung pulang dan sambil menangis meminta kepada ibu saya agar saya didoakan mendapat penghargaan rumah dari Menpora. Ibu saya ikut menangis karena sangat berharap," kata Marina dengan mata berbinar.



Sumber : ANTARA News  



Selasa, 26 Juli 2011

Mercedes Benz Taksi Mewah Terbaik Indonesia

Mercedes Benz Taksi Mewah Terbaik Indonesia (Foto : Prasetyo/Okezone)

Blue Bird Group (BBG), sebuah perusahaan taksi paling bonafid di Indonesia, sejak beberapa tahun lalu telah meluncurkan layanan taksi mewah yang diberi nama Silver Bird. Armada andalan untuk taksi premium ini adalah Mercedes Benz Seri C-Class dan E-Class.

Jumlah armada yang dioperasikan adalah sebanyak 750 unit untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Taksi ini berada di seluruh hotel bintang lima yang ada di Jakarta dengan fasilitas kenyamanan yang luar biasa. Untuk menjamin keamanan penumpang, taksi ini juga dilengkapi dengan fasilitas global positioning system (GPS).

Untuk pembayarannya, taksi ini dilengkapi dengan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang dapat melayani pembayaran melalu Flazz, Debit BCA, BCA Card, Citi, Visa dan Master Credit Card. Para pengemudi yang mengemudikan taksi ini adalah para sopir pilihan yang mempunyai kemampuan bahasa asing (terutama Inggris) untuk melayani para penumpang dan ekspatriat dari manca Negara.

 
Selain beroperasi di Jakarta, Silver Bird juga melebarkan sayapnya di kota pahlawan Surabaya sejak bulan Juni 2010 lalu. Bagi manajemen BBG, Surabaya merupakan kota terpenting di Indonesia setelah Jakarta. Kehadirannya di kota ini diharapkan dapat menambah ikon pariwisata kota terbesar kedua di Indonesia ini. Di samping itu, Surabaya juga merupakan kota transit bagi seluruh wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke wilayah Indonesia lain.

Ditambah lagi posisi Surabaya sebagai kota pelabuhan dan perdagangan terbesar kedua di Indonesia, kehadiran ragam moda transportasi menjadi faktor yang utama untuk dipertimbangkan.


Bagi CEO dan President Director BBG, Purnomo Prawiro, kehadiran taksi kelas premium merupakan sebuah kebutuhan bagi kota-kota internasional seperti Jakarta dan Surabaya. Dia menyebut bahwa taksi juga merupakan impresi pertama bagi wisatawan atas sebuah kota. Keramahan, kebersihan, ketertiban dan wawasan dari seorang pengemudi menjadi profil pertama yang akan mampu menggambarkan hal tersebut. Kehadiran Silver Bird E-Class diharapkan dapat berperan sebagai ujung tombak pertumbuhan pariwisata di Jakarta dan Surabaya.

Pertanyaannya adalah, mengapa BBG memilih Mercedes Benz sebagai armada utama taksi kelas premium ini ? Jawabannya tentu kita semua sudah tahu, bahwa Mercedes Benz mobil mewah terbaik Indonesia.










Senin, 25 Juli 2011

Paguyuban SPPBG


Keberadaan serikat pekerja kerap mengedepankan persoalan yang terkait dengan urusan pekerjaan. Biasanya seputar hak dan kewajiban pegawai dan perusahaan. Urusan anggota keluarga di rumah jarang dipersoalkan.

Tetapi, Serikat Pekerja Perusahaan Blue Bird Group (SPPBG) justru tak melulu membahas soal urusan pekerjaan. Aktivitas pertemuan keluarga anggotanya dan kegiatan sosial masuk dalam agenda tahunannya.

Hingga saat ini, anggota SPPBG mencapai lebih dari 30.000 orang, terdiri dari pengemudi dan staf. Menurut H Teguh Winarno, Ketua Umum SPPBG, persoalan hak dan kewajiban karyawan di perusahaan sudah tidak ada persoalan. Misalnya, adanya tunjangan bea siswa bagi anak-anak anggota SPPBG, mulai dari SMA, D3, sampai S1. Begitu pula dengan bantuan pinjaman lunak, cicilan sepeda motor, sampai pergi haji ke Makkah.

“Untuk pergi haji kami seratus persen ditanggung bagi yang terpilih, tahun ini ada 8 orang,” tegasnya kepada Warta Kota, Rabu (6/7).

Atas dasar itulah, lanjut Teguh, kegiatan diperluas ke acara silaturahmi keluarga dengan mengadakan beberapa pertemuan antaranggota keluarga. Bisa tergantung momentum, seperti Hari Raya Idul Fitri atau Natal, atau juga dalam pertemuan arisan.

Teguh Winarno yang didampingi Heru Prasetyo (Pembina Pengemudi), dan Eric Sibarani (Sekretaris Umum SPPBG) menambahkan, selain memberi ruang pertemuan antaranggota keluarga, pihaknya juga telah mendirikan paguyuban bernama Paguyuban Sosial Perusahaan Bluebird Grup (PSPBG). Menurut Heru, paguyuban ini yang memberikan bentuk kepedulian terhadap kesusahan anggotanya dan untuk kegiatan sosial ke masyarakat yang membutuhkan.

“Di PSPBG kami ada iuran Rp 1.000 setiap kali masuk kerja. Dari Rp 1.000 itu Rp 150 untuk asuransi, Rp 350 untuk purnabakti dan Rp 500 untuk paguyuban. Jumlah yang terkumpul kini sudah sekitar Rp 2 miliar lebih. Dana Rp 2 miliar itu untuk para pengemudi dan keluarga bila tertimpa musibah dan kebutuhan sosial lainnya,” kata Eric Sibarani.

Kegiatan sosial yang dilakukan di antaranya menggelar sunatan massal bukan hanya untuk anggota keluarga tetapi juga warga lain. Marzuki, Ketua Unit Pool Garuda menyatakan, bakti sosial memang masih dilakukan di sekitar pool Blue Bird, seperti perbaikan sarana umum jalan dan tempat ibadah. Dana kegiatan tentu dari SPPBG, meski mayoritas bantuan dari pihak perusahaan. “Untuk kegiatan sosial, seperti pemberian santunan kepada anak yatim, pengobatan massal kami dilibatkan,” tuturnya.

Terakhir mereka menggelar acara khitanan massal yang diikuti oleh sebanyak 311 anak pengemudi dan karyawan serta warga dari 18 pool se-Jabodetabek di aula serba guna kantor pusat Blue Bird Group, Mampangprapatan, Jakarta Selatan, pada 25-26 Juni 2011 lalu. Acara ini melibatkan Serikat Pekerja Perusahaan Blue Bird Group baik di Pusat maupun unit-unit di pool se-Jabodetabek.

Selama 39 tahun berkiprah, Blue Bird Group bukan saja berhasil membangun usahanya, melainkan juga mengangkat derajat profesi pengemudi. Itu sebabnya, mereka pantang memakai predikat sopir tetapi lebih memilih meyandang predikat pengemudi.

“Pengemudi itu adalah pekerjaan mulia, karena mereka mencari nafkah secara halal. Tugas para pengemudi di Blue Bird Group adalah melayani, bukan sekadar mengantar sampai tujuan. Mereka harus memiliki keahlian dan komunikasi yang baik untuk melayani pelanggan. Di BBG para pengemudi ini menjadi pekerjaan yang sederajat dengan profesi lainnya. Karena di tangan para pengemudi inilah kesalamatan penumpang, dan para pengguna jalan lainnya dipertaruhkan,” ujar Direktur Utama Blue Bird Group, dr H Purnomo Prawiro, Selasa (5/7)

Terkait dengan itu, Blue Bird Group memperlakukan pengemudi sebagai internal customer, yang harus dilayani sebaik mungkin oleh manajemen. Sebab, pada akhirnya para pengemudi ini juga akan memberikan layanan sebaik mungkin kepada external customer.
 
 
 
 
 
Sumber : WartaKota

Rabu, 20 Juli 2011

Taksi Argo Balikpapan


Transportasi di Kota Minyak didukung oleh sarana jalan yang baik. Keadaan jalan di Balikpapan berupa jalan aspal berkualitas. Sarana dan prasarana transportasi yang ada di kota ini cukup memadai. Banyaknya angkutan umum yang beroperasi dan tersedianya terminal dalam kota di sepanjang kondisi jalan yang beraspal membuat berjalan-jalan di kota ini lebih mudah. Angkutan umum di Balikpapan berupa taksi argo, angkutan kota (juga kadang disebut taksi), dan juga ojek.

Daftar Taksi Argo Balikpapan
Salah satu moda transportasi yang ada adalah taksi argo. Taksi argo di Balikpapan tidak jauh berbeda dengan taksi di kota-kota besar lainnya. Anda akan dapat dengan mudah menemui taksi di Bandara dan pusat keramaian di Balikpapan. Beberapa armada taksi yang beroperasi di Balikpapan adalah Taksi Mawar, Taksi Kalung Mas, dan Taksi Globalindo.



Sumber : www.indonesiabox.com



Game Online

Taxi Truck

Play free Games - a game from Driving | Racing Games