Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2013

Toyota Tawarkan Etios Sedan Pengganti Taksi Limo



Merasa kewalahan dengan banyaknya permintaan All New Toyota Vios oleh beberapa perusahaan taksi terbesar di Indonesia, PT Toyota Astra Motor memberikan alternatif pengganti, yakni Toyota Etios Sedan sebagai armada taksi.

"Kami sudah banyak terima pesanan Toyota Limo sebanyak 10.000 unit dari perusahaan taksi terbesar di Indonesia. Namun, pasokan yang kami terima dari Thailand masih belum mencukupi permintaan tersebut,' tukas Johnny Darmawan, Presiden Direktur TAM.

Pihak TAM sudah menawarkan alternatif menggunakan Etios Sedan, namun perusahaan taksi tersebut tetap menginginkan Limo. Alasannya, sudah terbukti tangguh dan irit.

Etios Sedan sendiri memang didatangkan Toyota dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan armada taksi. Namun, sepertinya beberapa perusahaan taksi lebih memilih New Vios yang tampilannya lebih stylis dan sporty ketimbang Etios sedan.
New Vios versi taksi dipastikan akan dibedakan sesuai kebutuhannya. "Pasti akan disesuaikan kebutuhannya, fitur-fitur akan dikurangi, seperti taksi pada umumnya," tutup Johnny.


Sumber : otosia.com

Selasa, 31 Juli 2012

50 Taksi Blue Bird Tiba di Batam

Sebanyak 50 unit taksi Blue Bird tiba di pelabuhan Batuampar, Selaa (24/7). Taksi ini akan segera beroperasi di Batam.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

Perusahaan angkutan umum terkemuka dari Jakarta, Blue Bird, menunjukkan komitmennya untuk memajukan transportasi umum di Batam. 50 unit taksi baru yang akan dioperasikan telah tiba di Kota Batam pada tgl 24 Juli.

Pantauan Batam Pos di pelabuhan Batuampar, ke-50 unit taksi Blue Bird baru saja diturunkan dari kapal. “Burung Biru” itu dijejer di depan kantor PT Persero Batam.

Taksi-taksi itu jenisnya Toyota Limo keluaran 2012. Warnanya biru dengan tulisan dan logo Blue Bird di samping pintu taksi dan kaca film depan. Perangkat taksi itu lengkap, termasuk argo meter di dalamnya.

“Hari ini kami menurunkan 50 unit taksi dari Blue Bird, dan semua akan diamankan di parkiran PT Persero,” ucap Yogo, staf dari PT Agung Raya, yang membawa taksi Blue Bird ke Batam, Selasa (24/7).

Menurut Yogo, ia hanya mengantar taksi-taksi itu. “Semuanya 500 unit, namun tahap awal baru 50 unit. Tugas kam hanya mengantar ke pelabuhan, sesuai dengan permintaan dari Blue Bird-nya,” kata Yogo.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri, mengatakan kalau Blue Bird memang sudah memiliki izin operasional.

“Dalam lima tahun Blue Bird harus memiliki 200-300 armada. Jika terpenuhi, maka bisa ditambah kuotanya sesuai kemampuan Blue Bird. Tapi kalau tak sanggup, akan diserahkan ke pihak lain,” kata Zulhendri, Selasa (24/7).

Sebelumnya pihak Blue Bird telah berkomitmen untuk menyediakan 500 unit taksi baru untuk operasional di Batam.

Sebenarnya, kata Zulhendri, pertaksian di Batam ini terbuka untuk siapa saja yang punya badan hukum. Bukan hanya Blue Bird atau taksi lain yang sudah beroperasi selama ini, terbuka juga untuk perusahaan lainnya.

“Karena kita masih butuh 701 unit taksi baru lagi,” katanya.

Zulhendri mengatakan hingga tahun 2013 berdasarkan kajian, Batam membutuhkan sekitar 3 ribu unit taksi berargo untuk melayani masyarakat. Tapi yang ada sampai saat ini hanya 2.299 unit dari berbagai operator taksi.

Ia juga mengatakan mulai saat ini taksi Blue Bird sudah bisa beroperasi di jalan raya karena sudah ada 50 unit taksi mereka yang masuk.

Terkait tarif, Zulhendri mengaku tetap mengacu pada peraturan Wali Kota yakni tarif atas Rp6000 dan tarif bawah Rp5000 setiap buka pintu taksi.

Tarif atas ini diberlakukan jika operator punya pelayanan lebih berupa penggunaan AC, adanya pelayanan purna, keamanan dan kenyamanan masyarakat juga terjaga.
 
 
Sumber : Batampos

Senin, 23 Juli 2012

Hyundai Segera perkenalkan 2 varian baru di Solo


Hyundai mobil segera meluncurkan dua varian baru untuk sedan dengan nama Excel III Taxi dan MPV premiun Starex Mover yang akan dipasarkan di wilayah Soloraya setelah Lebaran, dari sebelumnya telah diperkenalkan di Jakarta.

Branch Manager Hyundai Solo, Hendro W Suryono mengatakan kehadiran varian baru taksi bakal kian memperkuat pangsa pasar Hyundai di kelas niaga taksi. Sebelumnya di kelas yang sama, Hyundai memiliki Excel I dan Excel II.

Kini hadir Excel III yang diyakini akan menjadi pilihan pengusaha taksi karena sudah dilengkapi fasilitasdarui sebelumnya. Excel III dibandrol dengan harga Rp150 juta per uit off the road.

“Secara nasional inden Excel III sudah mencapai 500 unit pesanan dari unit perusahaan taksi terkemuka,” ujarnya.

Di Solo, pihaknya pun mulai mempertimbangkan untuk menjajaki kerja sama dengan pengusaha pengelola taksi lokal. Bahkan sebelumnya, Hyundai telah bekerja sama dengan sejumlah pengusaha taksi untuk menjual varian terdahulunya, Excel I dan Excel II.

Sementara itu, MPV Starex Mover yang menggunakan mesin disel diproduksi , disiapkan untuk konsumen yang membutuhkan mobil kelas MPV kelas atas.

Mobil ini juga cocok digunakan untuk pelaku bisnis travel dan rental. Starex Mover ditawarkan dengan harga Rp300 juta on the road. “MPV ini kami yakin akan punya pangsa pasar tersendiri karena harganya terjangkau, tapi fasilitas sekelas MPV premiun,” tuturnya.

Pada bagian lain, untuk memberikan fasilitas pada pelanggan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2012, Hyundai membuka program Clinic Service pada 23-28 Juli hari Senin-Sabtu.

Kepala Bengkel Hyundai Solo, Agus Jayanto, menjelaskan Clinic Service ditujukan bagi pengguna Hyundai yang menginginkan general check up dan konsultasi secara gratis. Pihaknya telah menyiapkan tambahan seorang teknisi senior dari kantor pusat dan seorang konsultan.

“Pengguna Hyundai tahun berapa pun bisa mendapatkan layanan ini gratis. Ini untuk memastikan bahwa kendaraan mereka dalam kondisi siap untuk dipakai mudik. Jangan sampai mobil tidak dalam kondisi fit saat dibawa pulang kampung,” tuturnya.


Sumber : Bisnis

Jumat, 20 Juli 2012

Taksi Blue Bird Ditunggu di Pekanbaru


Jelang PON yang akan datang, Dishub tidak main-main dalam menertibkan taksi argo di Pekanbaru sebagai tuan rumah. Bahkan rencana kedatangan taksi Blue Bird yang pelayanannya menjadi primadona di beberapa kota besar memastikan diri akan masuk dan beroperasi di Pekanbaru, karena itu Dishub mengimbau agar semua taksi menggunakan argo.

"Kita tak ingin ada demo, karena selama ini kita sudah meminta pemilik taksi ini menerapkan sistem argo. Namun, nyatanya mereka masih menggunakan sistem nego kepada penumpangnya. Kita lihat saja di bandara itu, selain Riau Taksi, hampir seluruh taksi lainnya tidak mengunakan sistem argo," ungkap Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Syafrudin Sayuti ketika dikonfirmasi di Kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (4/7).

Selama ini menurut Sayuti, pihaknya telah menginformasikan kepada pemilik taksi yang ada di Kota Pekanbaru, agar menggunakan sistem argo. Namun, hingga saat ini pihak taksi belum mengindahkan imbauan tersebut. Jika memang Pemko mencari tambahan armada yang nyaman, maka taksi yang ada tidak perlu marah atau kecewa, apalagi berdemo.

Diterangkannya lebih lanjut, kondisi taksi di Pekanbaru hingga saat ini, diketahui lebih dari 50 persen tidak menggunakan argo dengan total lebih dari 500 unit.

Walikota Minta Taksi Blue Bird Segera Beroperasi di Pekanbaru
Pesatnya perkembangan kota Pekanbaru saat ini, dinilai walikota belum diimbangi dengan angkutan umum yang memadai terutama pada armada taksi. Terlebih pada tahun ini dan tahun mendatang, Pekanbaru akan menggelar iven olahraga tingkat nasional/ tingkat internasional. Meningkapai hal itu walikota memberikan peluang kepada pengelola taksi dari luar daerah, untuk mengembangkan usahanya di Pekanbaru, seperti perusahaan taksi bleu bird dari Jakarta.

Walikota Pekanbaru Firduas, Selasa (7/7/12) kepada riauterkini mengatakan, saat ini Pemko menunggu kehadiran taksi blue bird dari Jakarta untuk segera beroperasi di Pekanbaru. Bahkan walikota meminta kepada pihak pengelola taksi blue bird, sebelum pelaksanaan PON ke XVIII September mendatang, mereka diminta sudah membawa taksinya ke Pekanbaru. “ Seperti yang kita ketahui bersama di Pekanbaru ini masih minim angkutan umum, terlebih jenis angkutan taksi. Sehingga membuat taksi yang ada terkadang beroperasi seenaknya saja, “ ujar walikota.

Dilanjutkan walikota jika mengacu kepada jumlah penduduk Pekanbaru, yang sudah mencapai satu juta jiwa. Belum lagi adanya iven-iven yang bersekala nasional/ internasional. Idealnya tersedia angkutan taksi sekitar 1000/800 mobil, sementara saat ini taksi yang tersedia hanya sekitar 600 taksi. “ Kalau mengacu kepada jumlah penduduk, serta pelaksanaan iven atau cara yang sering diadakan disini. Sedikitnya harus tersedia 1000/800 taksi yang beroperasional setiap harinya, tapi saat ini baru ada sekitar 600 taksi, “ jelasnya.

Ditambahkan walikota tidak ingin pada saat pelaksanaan PON nanti, terjadi kekurangan angkutan umum terutama armada taksi. Pemko sudah meminta langsung agar pengelola taksi blue bird, segera membawa taksinya ke Pekanbaru untuk dioperasionalkan. “ Untuk mengantisipasi kekurangan diatas, saya sudah meminta langsung agar taksi blue brid segera dibawa kesini dan dioperasionalkan. Setidaknya sebelum PON mereka menimal sudah membawa 50 unit taksi ke Pekanbaru, “ tutur walikota.


Sumber : halloriauriauterkini

Taksi Blue Bird Segera Hadir di Batam


Dalam waktu dekat jumlah angkutan umum di Batam akan bertambah. Sedikitnya 500 unit taksi dari Blue Bird Group akan meramaikan jasa angkutan umum di Batam. Dalam memberikan pelayanannya, Blue Bird akan berorientasi kepada pelayanan on call.

Sutrisno, staff management blue bird mengatakan peluncuran mengatakan peluncuran blue bird ini digelar 1 Agustus mendatang.Untuk sementara hanya sekitar 50 taksi yang akan beroperasi dan masih dalam  tahap delivery.

“Untuk tahap pertama, kita akan mengoperasikan 50 taksi di Batam dan sekarang sudah dalam tahap pengiriman, kalau tak ada halangan awal bulan depan akan kita adakan launching,sementara sisanya masih menunggu, tetapi yang jelas kita targetkan di sini akan beroperasi sekitar 500 unit”kata Sutrisno.

Taksi yang akan dioperasikan Blue Bird di Batam yakni jenis Toyota Limo terbaru keluaran 2012. Untuk kota Batam sendiri, blue bird sendiri menyediakan mobil keluaran terbaru demi pelayanan yang lebih baik kepada konsumen atau pengguna jasa taksi di Batam.

Untuk beroperasi, management Blue Bird akan berorientasi kepada layanan on call. Warga yang ingin menggunakan jasa layanan blue bird nantinya cukup hanya menelepon managemen dan akan langsung dilayani. “Nanti kita akan membuat nomor pusat layanan, jadi warga atau konsumen tinggal menghubungi kita dan akan langsung kita layani,”kata Sutrisno.

Kantor cabang Blue Bird di Batam nantinya berada di Barelang Concert Court di samping kantor Ditpam BP Batam. Saat ini perkantoran tersebut sedang dalam tahap renovasi. Terlihat puluhan pekerja di sana sedang meratakan lahan untuk tempat parkir taxi nantinya.

“Setelah beroperasi setiap hari nantinya, semua mobil harus pulang ke kantor ini. Kan semua mobil itu harus dicuci dulu. Intinya kita akan membuat pelanggan senyaman mungkin,”kata Sutrisno.


Sumber : batampos

Blue Bird Tingkatkan Layanan Dengan Penambahan Armada & Seragam Batik


Taksi Blue Bird berencana menambah 500 armada lagi tahun ini. Penambahan armada ini melengkapi 1500 unit armada Blue Bird yang selama ini beroperasi di Surabaya.

GM Area Surabaya Blue Bird Group Ateng Aryono mengatakan, investasi setiap unit sekitar Rp 160-170 juta. "Untuk taksi golden atau premium akan dihadirkan 15 unit Toyota Alphard, Mercy E-200 dan Mercy Viano. Jumlah armada taksi premium selama ini baru 15 unit Mercy Viano," katanya di sela persemian seragam batik Blue Bird di Taman Surya, Kamis (19/7/2012).

Pengoperasian armada baru tersebut saat ini sedang menunggu izin operasional. "Kalau suplainya sudah disiapkan tapi memang bertahap, diharapkan setelah izin operasi turun armadanya langsung siap," imbuhnya.

Sampai akhir tahun, Blue Bird akan menambah jumlah pangkalan taksi dari 50 menjadi 60-70 titik lagi. "Pangkalan terbesar adalah hotel bintang 4 dan 5 dengan share 70 persen, sisanya office building, mal, sekolah dan rumah sakit," ujarnya.

Terkait pergantian seragam sopir Blue Bird menginvestasikan tak kurang dari Rp 900 juta untuk 2500 sopir dan 500 karyawannya di Surabaya. Armada Blue Bird secara nasional saat ini mencapai 25.000, jumlah incoming call per hari rata-rata 12.000 panggilan.

"Soal tarif masih belum ada perubahan di semester II/2012 ini karena pengoperasian taksi ini fully regulated," imbuhnya. 

Seragam Batik
Meningkatkan pelayanan memasuki bulan puasa, taksi Blue Bird mengganti seragam para pengemudi armadanya dengan batik, dari semula hanya berwarna biru polos.

Seragam batik tersebut didesain khusus oleh designer internasional Chossy Latu beerjasama dengan rumah batik Danar Hadi.

GM Area Surabaya Blue Bird Grup Ateng Haryono mengatakan, penggantian seragam ini sebagai bentuk manifestasi dan pelestarian budaya tentang batik.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (2 kiri), mencermati lukisan batik di bagian depan mobil taksi Blue Bird, saat launching seragam batik untuk pengemudi Taksi Blue Bird di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Kamis (19/7). Seragam batik untuk pengemudi taksi Blue Bird tersebut, sebagai salah satu upaya untuk mendukung pariwisata di Surabaya. FOTO ANTARA/Eric Ireng/nz/12
 
"Kami sekaligus ingin memperkenalkan budaya bangsa kepada para pengemudi terutama wisatawan yang menaiki armada kami," katanya di sela persemian seragam batik Blue Bird di Taman Surya, Kamis (19/7/2012).

Blue Bird hadir di Surabaya kali pertama sejak 1997 dengan 100 armada, saat ini setelah 15 tahun beroperasi telah memiliki 1500 armada dengan 3000 pengemudi dan karyawan dan 70 persennya adalah warga Surabaya.


"Surabaya sebagai kota jasa dan perdagangan menjadi kota penentu roda bisnis kami, itu sebabnya kami juga ingin mengoptimalkan layanan salah satunya melalui perbaikan penampilan pengemudi armada kami," imbuhnya.

Lebih jauh Ateng menjelaskan, susunan motif batik dalam seragam ini didasari warna dasar Blue Bird yang berarti jujur, disiplin, pekerja keras, dan kekeluargaan untuk kesejahteraan bersama. Desain bagian bawah adalah susunan motif siluet burung berjajar rapi dan teratur yang melambangkan etos kerja dan konsistensi dalam segi mutu manajemen dan layanan. Sementara, motif nyeplok lingkungan memiliki filosofi empat penjuru menyebar, lambang perusahaan sarana transportasi yang terdepan.

Seragam perusahaan yang berdiri sejak 1972 ini juga memiliki motif padi dan kapas yang melambangkan sandang dan pangan. "Pemilihan batik adalah hal yang tepat karena nilai filosofis yang dikandangnya dan menjadi kredo atau semangat menjalankan tugas keseharian," paparnya.

Pada peluncuran seragam baru ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menumpang taksi berkeliling halaman ditemani pengemudi wanita. Menuruta Risma, upaya Blue Bird sejalan dengan program Pemkot, yakni "Sparkling Surabaya".

"Banyak wisatawan mancanegara dan domestik yang datang ke Surabaya. Nah, pengemudi adalah ujung tombak pariwisata," tukas Risma.




Sumber : TribunNews - indah

Senin, 04 Juni 2012

Toyota Mark X Menyusul untuk Taksi Premium


Toyota Indonesia (PT Toyota Astra Motor /TAM) segera memasarkan Mark X yang masuk ke segmen sedan menengah. Model diimpor secara utuh atau CBU dari Jepang untuk memenuhi permintaan perusahaan taksi di Indonesia.



Jodjana Jody, Chief Executive Officer PT Astra International Tbk - Toyota Sales Operation (Auto2000) mengatakan, untuk tahap awal permintaan   datang dari perusahaan taksi. Artinya, pemasaran bukan ekslusif untuk satu perusahaan taksi, juga bisa juga yang lain. "Untuk tahap awal 500 unit sudah dipesan," jelas Jody.

Mark X mengisi segmen di atas Camry karena punya kelengkapan fitur yang lebih mewah. Untuk harga, Toyota masih belum mau membocorkan. "Tapi lebih mahal dari Camry," tutup Jody.

Mark X merupakan sedan menengah Toyota khusus untuk pasar Jepang sejak 2004 dan kini sudah mencapai generasi kedua. Mesin yang digunakan terdiri dari pilihan, 3.0 liter dan 2.5 liter. Untuk Indonesia, TAM memasarkan Mark X dengan mesin 4GR-FSE,2.5 liter V6, transmisi 6- percepatan otomatis. Mobil ini diproduksi menggunakan platform yang sama dengan Camry. Bedanya, Mark X adalah mobil  gerak roda belakang,  sedangkan Camry roda depan.


Sumber : Kompas

Jumat, 25 Mei 2012

Industri Otomotif kesulitan penuhi permintaan taksi


Pebisnis otomotif mengaku kesulitan memenuhi permintaan taksi yang kian membeludak dari para pelaku usaha jasa transportasi pada tahun ini.


Kondisi tersebut menyebabkan kondisi armada di sejumlah perusahaan jasa angkutan eksklusif tersebut sulit diremajakan.
Pada saat yang sama, mereka juga kesulitan meningkatkan ekspansi usaha seiring dengan pertumbuhan konsumen pengguna jasa tersebut di seluruh Indonesia.


Jodjana Jody, CEO PT Astra International Tbk - Toyota Sales Operations (Auto2000), mengatakan kebutuhan armada taksi pada tahun ini bisa tumbuh di atas 50% dibandingkan dengan kebutuhan pada 2011 dari 10.000 unit menjadi di atas 15.000 unit.


Namun, kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) hanya bisa memasok sekitar 76% dari total permintaan.


Itu pun, sebanyak 68,5% dari total kebutuhan pada 2011 dikuasai oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) dengan produk andalannya Toyota Limo (Vios taksi).
"Permintaan terus bertambah pada tahun ini tapi pasokan sangat terbatas," katanya, Kamis 24 Mei 2012.


Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tak semua ATPM berani lebih serius menggarap segmen yang masih menjanjikan ini.


Di luar Toyota, sejumlah ATPM lain bahkan tampak kurang konsisten memasok sedan taksi kepada sektor usaha jasa transportasi. PT Kia Mobil Indonesia yang pada tahun lalu masih bisa memasok 760 unit Kia Rio taksi, pada Januari - April tahun ini pasokan tersebut tak satu pun terekam dalam data Gaikindo.


Sementara itu, PT Proton Edar Indonesia sejak awal 2011 hingga April tahun ini tak lagi memasok sedan taksi Proton Wira.


PT Nissan Motor Indonesia pun terlihat lesu darah memasarkan Nissan Latio pada tahun ini. Penjualan Latio pada 2011 bahkan hanya tercatat 49 unit. 

Sumber : Bisnis

Kamis, 24 Mei 2012

Toyota Camry Hybrid Calon Taksi Premium?



Jajaran taksi premium di sejumlah kota besar, terutama Jakarta, sejauh ini diramaikan oleh tiga merek, untuk kelas sedan. Blue Bird sendiri sudah memiliki Mercedes-Benz E-Class, sementara perusahaan jasa transportasi premium White Horse memilih Hyundai i45 dalam jajaran armada taksi premiumnya.


Toyota Camry terakhir masuk ke jajaran armada premium 'taksi hitam' eksklusif. Di tengah perhatian dunia pada faktor hemat BBM dalam menyikapi tingginya harga bahan bakar, kehadiran Toyota Camry Hybrid pun memunculkan dugaan bahwa kehadirannya mungkin akan jadi pertimbangan perekrutan dalam armada taksi premium.

"Taksi premium (Toyota New Camry) yang dipakai Blue Bird itu beda model. Itu based on Australian model. Kalau yang masuk ke sini itu based on Japanese model," ungkap Gondo Handoko, Koordinator Wilayah DKI 1 Toyota Auto 2000, menjelaskan perbedaan spesifikasi dari Toyota All New Camry yang baru saja mengaspal di Tanah Air, awal April lalu.

Namun mengenai kepastian pengusaha jasa taksi melirik Toyota Camry Hybrid untuk masuk dalam jajaran taksi premiumnya, hal itu belum bisa dipastikan. "Arah ke sana saat ini belum," tambah Gondo singkat.

Seperti diberitakan, pemerintah sempat memfokuskan pembatasan BBM alih-alih konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) dengan memberikan konverter gratis kepada sejumlah armada angkutan umum. Chverolet sendiri mengapresiasi hal itu dengan menurunkan Chevy Lova. Adapun Toyota melalui pimpinan AUTO2000 pernah menyampaikan bahwa mereka akan mengembangkan konverter gas sendiri untuk unit produksinya.
 
 
 
Sumber : Otosia
 

Senin, 14 Mei 2012

Taksi Pertama Blue Bird Diserahkan ke Museum Transportasi Indonesia


 Blue Bird Group menyerahkan kendaraan operasional Taksi Blue Bird dan Silver Bird pertamanya kepada Museum Transportasi Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah. Taksi reguler Blue Bird dengan argo pertama ini diluncurkan sejak 1972 dan taksi eksekutif Silver Bird sejak 1993.

Penyerahan kedua taksi pertama Blue Bird ini dilakukan oleh CEO Blue Bird Group Purnomo Prawiro dan diterima oleh Direktur Umum Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Bambang Parikesit, disaksikan langsung oleh Sekretaris Jendral Kementerian Perhubungan Mohammad Ikhsan Tatang, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Suroyo Alimoeso, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan, dan Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Sudirman Lambali di Museum Transportasi TMII, Sabtu, 12 Mei 2012.

"Kami menyerahkan dua kendaraan operasional pertama kami kepada Museum Transportasi untuk menambah koleksi museum ini," kata Purnomo.

Dia mengatakan bahwa di dalam Museum Transportasi TMII belum ada koleksi taksi, sehingga pihaknya berinisiatif melengkapi koleksi museum ini.

Purnomo menceritakan sejarah taksi eksekutif ini dimulai saat pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non Blok 1992. Pada saat itu pemerintah membutuhkan banyak armada untuk transportasi tamu-tamu kepala negara. Pihak swasta diminta turut berpartisipasi termasuk Blue Bird Group.

"Setelah KTT selesai, kami berinisiatif menjadikan armada tersebut untuk taksi eksekutif Silver Bird. Sebelumnya di Indonesia belum ada, sehingga taksi eksekutif pada 1993 ini menjadi bagian dari perjalanan sejarah transportasi di Indonesia. Untuk taksi reguler pada 1972 ini yang pertama menggunakan argo meter," ucap Purnomo.

Direktur Umum TMII Bambang Parikesit mengucapkan terimakasih kepada Blue Bird Group yang sudah menghibahkan dua unit taksinya yakni taksi reguler pertama ber argo meter dan taksi eksekutif Blue Bird di Museum Transportasi TMII sebagai rangkaian peringatan HUT ke-40 Blue Bird.

Dia menjelaskan TMII ini terdiri dari 33 anjungan Provinsi di Indonesia, 17 taman, 17 museum salah satunya Museum Transportasi yang berdiri sejak 1991. "Mudah-mudahan dihari yang akan datang lebih banyak lagi yang disimpan di TMII," ucap Bambang.

Sekjen Kemenhub Mohammad Ikhsan Tatang mengatakan dibutuhkan kerjasama dan sinergi antara pemerintah dan swasta. Blue Bird beroperasi sejak 1 Mei 1972. Selama 40 tahun Blue Bird, saat ini sudah ada 23.000 unit kendaraan,  dengan 17.000 diantaranya taksi berargo dan 8,5 juta pelanggan.

"Harapan masyarakat untuk pelayanan jasa transportasi yang prima dibutuhkan. Taksi Blue Bird menjadi salah satu kendaraan umum yang bisa melayani masyarakat," ucap Ikhsan.




Sumber : Bisnis

Senin, 07 Mei 2012

Blue Bird Dukung Pengurangan Subsidi BBM

Noni Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird Group. Foto: Sigit Kurniawan

Kebijakan kenaikan BBM masih terkatung di pemerintah. Tapi, wacana kenaikan tarif masih menjadi bahan diskusi hangat, khususnya di kalangan pengusaha angkutan umum, Organda, maupun Kementrian Perhubungan. Menanggapi kenaikan BBM dan tarif angkutan ini, Blue Bird lebih memilih mendukung ketimbang menolaknnya.

“Intinya, kami melihat secara umum, subsidi BBM harus dikurangi. Lebih baik, nilai subsidi dipergunakan untuk membantu pendidikan. Hanya selama pemerintah mau mengatur tarif, maka harus ada bentuk subsidinya,” kata Noni Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird Group kepada Marketeers, Senin pagi (07/05/2012).

Bila pemerintah menaikkan harga BBM, sambung Noni, pemerintah sebaiknya mengantisipasi aneka kenaikan di sektor lainnya. “Di taksi sendiri, penggunaan BBM sebesar 20-30 persen dari revenue. Cukup besar. Pada dasarnya, impactnya cukup besar. Besarannya tergantung dari Organda,” kata Noni.

Usulan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menaikkan tarif angkutan 20 persen, bagi Noni, sudah cukup adil. “Yang berat sebenarnya adalah efek dominonya. Semua naik, termasuk upah pengemudi dan kebutuhannya. Mungkin bisa jadi demand berkurang, tapi secara keseluruhan langkah tadi sudah tepat,” imbuh Noni.

Sementara, ini Blue Bird pun masih menunggu kebijakan Organda. “Yang jelas, kalau BBM naik, tarif juga harus naik. Layanan taksi tetap akan diperlukan. Dan, kenaikan 20 persen menurut saya tidak terlalu besar. Semoga masyarakat bisa mengerti. Statement kami dari Blue Bird, BBM harus naik,” kata Noni.


Sumber : Marketeers

Jumat, 13 April 2012

Blue Bird Pasang 1000 GPS Bulan Depan


Menyikapi masukan masih adanya supir taksi Blue Bird yang tidak hapal jalan di Jakarta, CEO Blue Bird Purnomo Prawiro akan pasang 1000 GPS pada armadanya. Lontaran masih adanya sopir yang tidak hapal jalan tersebut, ia dapati pada forum China-ASEAN Business Forum di Jakarya (12/04). 
Kami terima berbagai masukan, dan inilah yang membuat perusahaan kami memberikan service terbaik bagi masyarakat. Kami akan tambah pasang 1000 GPS kalau begitu,tuturnya.

Blue Bird selama ini masih merupakan perusahaan keluarga, namun aku Purnomo, pihak manajemen menjalankan bisnis secara professional. Peran dan tanggung jawab di dalam perusahaan dibagi sesuai peran dan fungsinya masing-masing.

Perusahaan taksi terkemuka di Jakarta itu, saat ini memiliki karyawan supir professional sebanyak 27.000, dengan armada taksi sebanyak 21.000 di beberapa kota besar di Indonesia. Kota-kota tersebut antara lain di Jakarta dan beberapa kota besar lain di pulau Jawa, Bali, Sumatra, Sulawesi, dan Lombok.

Tidak menutup kemungkinan, agar semakin professional dan mempercepat ekspansi, perusahaan taksi biru itu juga akan listing di bursa. Dalam penjelasannya, Blue Bird akan melepas saham perdananya dalam kurun waktu 2 tahun mendatang. Saat ini, kabarnya sedang melakukan pengkajian dan valuasi asset, untuk melepas 20% saham dari totalnya.

Membongkar tips dan trik perusahaan, Purnomo yang merupakan generasi kedua keluarga Djokosoetono tersebut, saat ini juga memberikan fasilitas yang memadai bagi karyawannya untuk menciptakan loyalitas. Seperti memberikan bonus naik haji bagi sopir yang keluarganya muslim.

Dalam menyikapi keluhan, selama ini Purnomo memiliki cara tersendiri. Yakni, tidak boleh terjebak dalam satu keluhan, melainkan dari keluhan tersebut inovasi terus berjalan di dalam armadanya. 


Sumber :  wartaekonomi

Baca juga

Senin, 26 Desember 2011

Toyota Siapkan Camry Buat Taksi


Mobil mewah Toyota Camry sedang disiapkan untuk menjadi unit taksi, dengan nama Limo Camry. Mobil premium ini sudah hadir di markas Toyota Astra Motor (TAM) di Sunter, Jakarta Utara.

Diketahui ada puluhan Limo Camry yang sudah didatangkan dengan status Build-Up (CBU) dari Australia. Camry ini rencananya akan didistribusikan kepada dealer resmi Toyota, Auto2000.

“Camry itu datang awal pekan ini dari Australia. Tapi, kami belum tahu perusahaan taksi mana yang akan memesan. Soal itu pihak delaer Toyota Auto2000 yang lebih mengerti,” jelas Dimas Aska, Public Relation Officer TAM kepada Okezone.

Limo Camry warna hitam lansiran 2011 ini memiliki spesifikasi mesin yang lebih kecil. Fitur-fitur mewah pada Camry seperti biasanya juga tidak tersedia di Limo Camry ini. Hanya, Camry ini dimodali mesin empat silinder, dengan kapasitas silinder 2,4-liter, plus fitur safety standar seperti rem Anti-lock Breaking System serta EBD dan kontrol stabilitas.


Sumber : Okezone

Kamis, 10 November 2011

Penumpang di Bandara Kesulitan Mendapat Taksi


Palembang - Penumpang di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II (SMB II), Palembang, mengeluh karena jumlah taksi tidak memadai . Akibatnya, penumpang harus antre berjam-jam untuk mendapat taksi.

Wydiastati mengatakan dirinya tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Rabu pagi. Ia mengaku sudah menunggu taksi selama satu jam. Namun, taksi itu tidak kunjung muncul. Akhirnya, ia menggunakan jasa taksi gelap.

“Seharusnya kondisi seperti ini harus diantisipasi oleh pihak bandara sebelum SEA Games. Kami enggak mau tertahan seperti ini. Jangan sampai penumpang biasa terlupakan akibat fokus ngurusin atlet,” kata Wydiastati, Rabu, 9 November 2011.

Warga Palembang juga mengaku kesulitan mendapatkan taksi. Khoirul yang ditemui di bandara mengatakan dirinya menggunakan ojek ke bandara. "Sebelum ke sini (bandara) saya sudah pesan taksi sama petugas hotel. Tetapi mereka bilang enggak ada taksi ke bandara,” kata Khoirul dengan wajah kesal.

General Manajer PT Angkasa Pura II Yon Sugiono mengakui hanya taksi Primkopau yang bisa masuk bandara. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan pengelola taksi Primkopau untuk mengizinkan armada lain masuk ke bandara sehingga dapat mengatasi penumpukan penumpang. “Akan saya koordinasikan (dengan pengelola taksi Primkopau),” kata Yon Sugiono, Rabu, 9 November 2011.

Sayangnya, Yon Sugiono tidak mengetahui secara pasti jumlah armada taksi yang dikelola oleh koperasi milik TNI Angkatan Udara tersebut.

Pengelola taksi Blue Bird mengatakan mereka siap membantu pihak bandara untuk mengatasi kekurangan armada. Hanya saja, diakui oleh Blue Bird bila hingga kini pihaknya belum mendapatkan izin untuk masuk bandara.

“Kami tidak bisa masuk bandara karena hingga kini hanya satu yang bisa beroperasi di sana. Tetapi, kapanpun dibutuhkan, kami siap membantu,” ujar Teguh Wijayanto, Head Of PR Bluebird. Taksi Blue Bird sudah menyiapkan sekitar 50 unit taksi untuk beroperasi membantu pihak pengelola bandara.



Sumber : Tempo

Rabu, 09 November 2011

Blue Bird Akan Hadirkan Varian Toyota Alphard Untuk Taksi Barunya

Ilustrasi

Kota Medan tampak masih menjadi tolak ukur beberapa perusahaan untuk berkembang setelah Jakarta, Surabaya dan Bandung. Buktinya, perusahaan transportasi yang sudah cukup dikenal berupa Bluebird, tanpa disangka-sangka akan meluncurkan varian taksi terbaru mereka berjenis Toyota Alphard.

Hal itu diutarakan General Manager Blue Bird Medan Robert Purba, yang menjelaskan awal tahun 2012, sudah bisa dipastikan jenis taksi premium tersebut akan hadir di Medan. Varian taksi Alphard yang memanjakan konsumen tadi, ia katakan juga akan diberi nama Golden Bird, di mana kota-kota seperti Jakarta dan Surabaya sudah lazim ditemuai taksi seperti itu yang variannya biasanya berjenis mobil Limousine, Mercedesbenz maupun Alphard.


"Sama seperti taksi Blue Bird. Tetapi warnanya hitam dan kita berikan label nama Golden Bird. Sistem kerjanya juga sama, taksi mengelilingi kota dan siapa saja bisa menggunakannya. Tetap kelasnya yang premium, membuat tarifnya dua kali lebih mahal ketimbang taksi yang ada selama ini," ungkapnya, Senin (7/11).

Ditemui di kantornya Jalan Kapten Muslim, Medan, Robert mengaku, untuk saat ini pengadaan varian tadi masih ada di Jakarta dan Surabaya. Medan ia sebutkan akan mulai masuk tahun 2012, karena menunggu momen beroperasinya Bandara Kuala Namu.



Sumber : Tribun

Selasa, 01 November 2011

Taksi Cipaganti Belum Mengantongi Izin Operasi Di Semarang



Rencana pengoperasian lebih dari 100 armada taksi milik perusahaan tour dan travel, PT Cipaganti Citra Graha disoal. Pasalnya, taksi bertaglinekan "The Great Art and Culture of Indonesia" ini belum mengantongi izin operasi.

"Saya dengar peremajaan, izin belum ada kok sudah peremajaan," tutur Wali Kota Semarang Soemarmo HS, Senin (31/10).

Karena itu, kemarin, dia memerintahkan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk mengecek kebenaran kabar tersebut. Khususnya siapa yang telah mengeluarkan izin operasi taksi Cipaganti.

Pasalnya, selama ini izin usaha Cipaganti di Kota Semarang sebagai perusahaan tour dan travel. Lantas tanpa ada izin, kenapa bisa perusahaan tersebut berekspansi ke perusahaan jasa taksi. "Kita hitung dulu berapa kebutuhan riil taksii di Kota Semarang. Jangan sembarangan memasukkan taksi-taksi seperti itu."

Ditegaskan, dia belum mengetahui bahwa Cipaganti akan berekspansi sebagai operator taksi. Begitu pula dengan pengajuan izin operasi taksi itu belum diterimanya. Dia meminta, bertambahnya izin operator taksi jangan dilihat secara sederhana.

Hal itu perlu dikaji, dan pengusaha jangan berdalih semata-mata karena terdesak. Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kota Ednawan Haryono mengatakan, permohonan izin yang masuk adalah peremajaan sejumlah armada taksi atas nama perusahaan Puri Kencana Grup.

"Permohonan izin ke kami itu peremajaan yang diajukan Puri Kencana. Mungkin mereka menggandeng Cipaganti untuk penyediaan armadanya," terang dia. Menurutnya, operator taksi wajib melakukan peremajaan jika armada tersebut dioperasikan maksimal delapan tahun.

Pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno menilai, dibanding mengeluarkan izin lebih baik Pemkot membantu pengusaha taksi lokal yang terpuruk.



Sumber : Suara Merdeka

Sopir Taksi Kebingungan Membeli Solar

Tribunnewsbatam / ucu rahman

Krisis Solar terus berkepanjangan di Batam. Lagi-lagi pembeli terpaksa harus berbalik arah dengan wajah penuh kekecewaan. Beberapa SPBU masi terlihat memasang Plang yang bertuliskan "Maaf Solar habis".

Dari pantauan Tribunnews Batam di setiap SPBU Senin (31/10) setiap operator mengatakan stok solar datang sering terlambat. Dan juga banyaknya pembeli yang memburu solar menyebabkan solar menjadi semakin langka.

"Solar kadang sampainya sore, dan besoknya langsung habis, biasanya begitu mas," ujar operator SPBU di kawasan Tiban Lama.

Masalah solar yang tak urung selesai ini juga membuat geram para sopir taksi. Karnea dia bekerja sangat tergantung dengan Solar tersebut. Seperti yang di katakan Anwar salah satu sopir taksi yang berbalik arah ketika membaca tulisan yang ada di SPBU tersebut.

"Semenjak solar langka saya sering tidak narik malam, biasanya kalau malam saya sering keluar, kalau sekarang gak bisa lagi," ujar Anwar yang sering

Anwar menambahakan kalau dia paksakan keluar pada malam hari nanti dia tidak bisa narik pagi hari, apalagi pagi itu dia sudah mempunyai langganan tetap. Dia takut nanti kehilangan pelanggan.

"Cari pelanggan di Batam ini susah mas, sekarang biaya untuk Rumah pun terpaksa harus di kurangi, ya mau gimana lagi segitu dapatnya, untung saja istri dirumah bisa ngertiin" tambahnya sambil berlalu.

Iman pengawas SPBU di KDA Batam centre mengatakan antrian terlihat panjang di SPBU ini mulai sejak minyak Belum datang. Walaupun stok solar di SPBU ini tak pernah telat namun Solar cepat abis, Iman juga mengatakan kalau pembeli di SPBU ini hanya boleh membeli sebanyak Rp 200 rb saja. Lebih dari itu tidak boleh. Karena mereka takut kalau nanti dikatakan bermain solar, seperti kasus yang terjadi beberapa wektu lalu.



Sumber : TribunNews

Kamis, 27 Oktober 2011

Toyota Camry Akan Menjadi Bagian Penyedia Taksi Terbesar di Indonesia, Blue Bird Group


Menyambung info yang sudah diberitakan sebelumnya, Toyota Camry akhirnya dipastikan bakal jadi armada taksi di Indonesia.

Sumber PT Toyota Astra Motor (TAM) menyebutkan, kemungkinan besar Toyota Camry akan jadi armada taksi sudah mendekati proses finalisasi. Ucap sumber TAM yang tidak ingin namanya disebut itu.

Ia menambahkan, jika mobil ini akan mulai beroperasi tahun depan dan menjadi bagian dari penyedia taksi terbesar di Indonesia, Blue Bird Group (BBG). "Jadi nanti akan ada divisi baru di Blue Bird yang pakai Camry atau Altis itu," tegasnya.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke pihak Blue Bird Group, ternyata orang dalam perusahaan taksi tersebut membenarkan. "Ya, nanti ada divisi baru, di atas Blue Bird reguler, tapi di bawah Silver Bird. Namanya kalau tidak salah Green Bird," tukas sumber ingin ditulis dengan sebutan Mr. X itu.

Mr. X menyebutkan, jika divisi taksi baru dari Blue Bird itu nantinya akan menyasar segmen menengah yang mau menggunakan taksi lebih mewah tapi tidak mau pakai Silver Bird karena tarifnya terlalu mahal. "Untuk Camry tarifnya sekali buka pintu Rp. 9.000, per kilometernya antara Rp. 40.000 - Rp. 45.000," tukas Mr X.




Sumber : autoghiboo


Toyota Camry Bakal Jadi Taksi


Isu hangat kembali datang dari raksasa produsen mobil di Indonesia, Toyota.

Belum kelar gonjang-ganjing misteri hadirnya Avanza generasi terbaru, kini PT Toyota Astra Motor (TAM) dikabarkan akan menjadikan Toyota Camry sebagai armada taksi.

Sumber yang tak ingin disebut namanya itu menuturkan, Toyota Camry yang sebelumnya identik dengan "mobil menteri" akan jadi kendaraan umum berargo. "Namanya Camry Limo, tambahan kata 'Limo' itu yang menunjukan sasarannya untuk taksi," lanjut si sumber.

Bocoran dari orang dalam pabrikan yang berpusat di Sunter, Jakarta Utara itu seakan menguatkan informasi dari Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (Kemenperin) RI jika TAM mendaftarkan Tanda Pendaftaran Tipe Kendaraan Bermotor (TPT) untuk Toyota Camry Limo.

TAM tercatat mendaftarkan izin TPT untuk Toyota Camry Limo Premium bermesin 2.362cc dengan nomor TPT 1511/IUBTT/TPT/10/2011. Dari fakta itu dapat terlihat, jika Toyota Camry yang akan dijadikan taksi yakni Camry tipe 2.4-liter.



Sumber : autoghiboo


Senin, 24 Oktober 2011

Taksi 'Mobile' Jamu Tamu SEA Games


Pelaksanaan SEA Games XXVI di Palembang Sumatera Selatan, betul-betul mendongkrak perekonomian. Setelah hotel-hotel berbintang berdiri, giliran investor di bidang transportasi yang melirik kota Palembang.

Salah satu perusahaan transportasi raksasa yang berinvestasi di Palembang adalah perusahaan taksi Blue Bird yang tergabung dalam Pusaka Group.

Berdasarkan pantauan BeritaPagi, baru dua hari beroperasi, warga Palembang menyukai pelayanan taksi Blue Bird. Sebelumnya tidak ada taksi yang mobile mencari penumpang di Kota Palembang, namun kini taksi Blue Bird bisa dilihat hampir di setiap penjuru kota.

Beroperasinya taksi Bule Bird disambut positif oleh warga Palembang. Puluhan kendaraan taksi pun terlihat di mal, perumahan, jalan umum dan terminal yang ada di Palembang.

Menurut sopir taks Blue Bird, Win ketika ditemui di kawasan Jalan Way Hitam, Minggu (23/10), warga yang tinggal di komplek banyak yang menyukai taksi Blue Bird. ”

Seperti di Polygon, banyak warga cari kita karena mereka pernah ke Jakarta dan tahu pelayanan kita , selain itu banyak juga di Komplek Pertamina pakai jasa kita dan kita melayani sampai ke Perumnas dan Plaju,” ujar Win.

Diakui Win, taksinya belum bisa mangkal di Bandara SMB II lantaran masih terkendala teknis dan belum masuk organisasi taksi di bandara.

Win menuturkan, tarif taksi Blue Bird sangat kompetitif karena menggunakan sistim argo. “Dari Bandara SMB II ke Dwikora hanya Rp30 ribu,” kata Win.

Hal senada dikemukakan sopir Blue Bird lainnya, Muslim. Menurut Muslim, mereka beroperasi 24 jam dan tidak mangkal di satu tempat. “Sudah banyak warga yang menggunakan jasa Blue Bird. Kita beroperasi mulai pukul 04.00,” ujarnya. 



Sumber : Inilah.com

Game Online

Taxi Truck

Play free Games - a game from Driving | Racing Games