Senin, 07 Mei 2012

Blue Bird Dukung Pengurangan Subsidi BBM

Noni Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird Group. Foto: Sigit Kurniawan

Kebijakan kenaikan BBM masih terkatung di pemerintah. Tapi, wacana kenaikan tarif masih menjadi bahan diskusi hangat, khususnya di kalangan pengusaha angkutan umum, Organda, maupun Kementrian Perhubungan. Menanggapi kenaikan BBM dan tarif angkutan ini, Blue Bird lebih memilih mendukung ketimbang menolaknnya.

“Intinya, kami melihat secara umum, subsidi BBM harus dikurangi. Lebih baik, nilai subsidi dipergunakan untuk membantu pendidikan. Hanya selama pemerintah mau mengatur tarif, maka harus ada bentuk subsidinya,” kata Noni Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird Group kepada Marketeers, Senin pagi (07/05/2012).

Bila pemerintah menaikkan harga BBM, sambung Noni, pemerintah sebaiknya mengantisipasi aneka kenaikan di sektor lainnya. “Di taksi sendiri, penggunaan BBM sebesar 20-30 persen dari revenue. Cukup besar. Pada dasarnya, impactnya cukup besar. Besarannya tergantung dari Organda,” kata Noni.

Usulan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menaikkan tarif angkutan 20 persen, bagi Noni, sudah cukup adil. “Yang berat sebenarnya adalah efek dominonya. Semua naik, termasuk upah pengemudi dan kebutuhannya. Mungkin bisa jadi demand berkurang, tapi secara keseluruhan langkah tadi sudah tepat,” imbuh Noni.

Sementara, ini Blue Bird pun masih menunggu kebijakan Organda. “Yang jelas, kalau BBM naik, tarif juga harus naik. Layanan taksi tetap akan diperlukan. Dan, kenaikan 20 persen menurut saya tidak terlalu besar. Semoga masyarakat bisa mengerti. Statement kami dari Blue Bird, BBM harus naik,” kata Noni.


Sumber : Marketeers

Jumat, 13 April 2012

Blue Bird Pasang 1000 GPS Bulan Depan


Menyikapi masukan masih adanya supir taksi Blue Bird yang tidak hapal jalan di Jakarta, CEO Blue Bird Purnomo Prawiro akan pasang 1000 GPS pada armadanya. Lontaran masih adanya sopir yang tidak hapal jalan tersebut, ia dapati pada forum China-ASEAN Business Forum di Jakarya (12/04). 
Kami terima berbagai masukan, dan inilah yang membuat perusahaan kami memberikan service terbaik bagi masyarakat. Kami akan tambah pasang 1000 GPS kalau begitu,tuturnya.

Blue Bird selama ini masih merupakan perusahaan keluarga, namun aku Purnomo, pihak manajemen menjalankan bisnis secara professional. Peran dan tanggung jawab di dalam perusahaan dibagi sesuai peran dan fungsinya masing-masing.

Perusahaan taksi terkemuka di Jakarta itu, saat ini memiliki karyawan supir professional sebanyak 27.000, dengan armada taksi sebanyak 21.000 di beberapa kota besar di Indonesia. Kota-kota tersebut antara lain di Jakarta dan beberapa kota besar lain di pulau Jawa, Bali, Sumatra, Sulawesi, dan Lombok.

Tidak menutup kemungkinan, agar semakin professional dan mempercepat ekspansi, perusahaan taksi biru itu juga akan listing di bursa. Dalam penjelasannya, Blue Bird akan melepas saham perdananya dalam kurun waktu 2 tahun mendatang. Saat ini, kabarnya sedang melakukan pengkajian dan valuasi asset, untuk melepas 20% saham dari totalnya.

Membongkar tips dan trik perusahaan, Purnomo yang merupakan generasi kedua keluarga Djokosoetono tersebut, saat ini juga memberikan fasilitas yang memadai bagi karyawannya untuk menciptakan loyalitas. Seperti memberikan bonus naik haji bagi sopir yang keluarganya muslim.

Dalam menyikapi keluhan, selama ini Purnomo memiliki cara tersendiri. Yakni, tidak boleh terjebak dalam satu keluhan, melainkan dari keluhan tersebut inovasi terus berjalan di dalam armadanya. 


Sumber :  wartaekonomi

Baca juga

Blue Bird berencana untuk IPO tahun depan


Blue bird berencana akan IPO, semuanya masih dalam proses. Ini dikatakan langsung oleh CEO dari PT Blue Bird Group, dr Purnomo Prawiro saat ditemui di tengah-tengah acara Cheung Kong Graduate School of Business yang diselenggarakan pada 12 April 2012 di Financial Hall Jakarta.

Rencananya saham perdana yang akan dijual di Pasar Saham adalah 20% dari total kepemilikan. Rencananya akan listing akhir tahun depan atau dua tahun lagi. Saat ini kepemilikan saham masih dikuasai keluarga besar dari pendirinya yaitu keluarga Djokosoetono. “Saat ini kita sedang dalam proses untuk IPO, kemungkinannya sekitar akhir bulan depan atau 2 tahun lagi” ungkapnya.

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi ini semakin berkembang. Terbukti dari Jumlah Pegawai dari Armada taksinya yang semakin bertambah. Saat ini PT Blue Bird Group memiliki 27000 supir professional dan 21000 Armada tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, dan Lombok.

Visi yang dikedepankan perusahaan ini adalah meningkatkan kualitas perusahaan yang tujuannya untuk mensejahterakan pemegang saham saat ini. Sedangkan Misi perusahaannya adalah agar dapat memuaskan konsumen serta mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar.

“kami berencana untuk memfasilitasi 1000 GPS tiap bulannya disetiap Armada kami. Ini bertujuan agar supir taksi kami dapat mengetahui jalan di Jakarta sehingga konsumen pun dapat cepat diantar.  hal ini merupakan salah satu bentuk pelayanan untuk memuaskan konsumen sesuai dengan visi kami” imbuhnya. 


Sumber : wartaekonomi

Baca juga

Kamis, 05 April 2012

Tengok Taksi Baru New York, Kok Mirip Angkot?

Taksi Baru New York, Nissan NV200

Taksi ikonik New York, sedan Crown Vics warna kuning yang berjajar di jalanan Manhattan sebentar lagi menjadi sejarah. Si pengganti, Nissan, yang terpilih pada 2011 sebagai 'Taksi Esok Hari' New York baru saja meluncurkan versi produk NV200 untuk taksi Kota New York.

Tidak seperti Ford tua yang selama ini berseliweran di kota Big Apple itu,  NV200 didesain sejak dari awal untuk menjadi taksi yang dibutuhkan sesuai kondisi New York

Setiap unit taksi mampu memuat empat penumpang plus bagasi mereka. Begitu di dalam, penumpang akan menjumpai atap yang sepenuhnya dari kaca hingga memungkinkan menikmati pemandangan langit. Tentu saja, atap kaca bisa menjadi petunjuk seberapa rajin si sopir membersihkan taksinya.

Bau apak khas taksi lawas juga akan pergi. Pasalnya, NV200 memiliki kerangka atap karbon dan serat antimikroba di dalam mobil yang mudah dibersihkan dan bersifat menetralisir bau.

Tak hanya itu, setiap taksi memiliki colokan sebagai fasilitas isi daya baterai bagi penumpang. Sementara di bawah kap tidak ada lagi mesin V8 melainkan mesin silinder 2.0.

Satu fitur yang mungkin sedikit bikin bekrenyit ialah klakson yang dilabeli 'gangguan-rendah'. Bukanya sudah seharusnya klakson harus berisik untuk mendapat perhatian pengguna lalu lintas lain?

Begitulah pemaparan sekilas tampilan NV200. Apakah cukup bagus? Bagi yang tidak puas dengan penampilan calon taksi baru dari Nissan, perlu tahu bahwa Ford saat ini juga tak ada yang menganggap cantik. Tapi bagi warga Indonesia, bisa jadi taksi itu mengingatkan pada angkutan kota hanya saja berkelir kuning.

Bila anda kebetulan sempat melancong ke sana, terima saja perubahan itu. Pasalnya, NV200 bakal menjadi taksi utama selama 10 tahun ke depan. Medallion, perusahaan pengelola taksi kotal diminta untuk menggantikan armada taksi mereka dengan NV200 seharga 27.900 dolar AS (Rp256 jutaan) mulai tahun 2013.


Sumber : Republika

Jumat, 16 Maret 2012

Salut! Sopir Kembalikan Emas Rp 2,9 M yang Tertinggal di Taksinya


Sungguh mulia hati sopir taksi di Thailand ini. Dia mengembalikan barang berharga milik penumpangnya yang tertinggal di dalam taksinya. Barang tertinggal yang dia kembalikan itu berupa ornamen emas seberat 8,2 kg yang nilainya sekitar 10 juta baht atau Rp 2,9 miliar. Wow!

Sopir taksi bernama Saksri Ketsrikaew tersebut bahkan menghabiskan 2 hari untuk berkeliling Bangkok, demi mencari si pemilik barang. Akhirnya, usaha pencariannya berhasil ketika pria berusia 56 tahun ini mengetahui ada seorang pemilik toko emas yang melapor kehilangan emas kepada polisi.

Pemilik toko emas tersebut bernama Eakerat Kanokwattana (60). Dia melapor kehilangan emas kepada polisi dan kasusnya ini menjadi berita utama pada media lokal setempat.

Namun polisi tidak yakin bahwa sopir taksi itu benar-benar berhati emas. "Alasannya tidak masuk akal bahwa dia berniat mengembalikan emas itu ke pemiliknya karena dia pasti tahu di mana mereka turun (dari taksi)," kata polisi yang menangani kasus ini, Letkol Udom Sukprasert kepada AFP, Jumat (16/3/2012).

Eakerat diketahui sebagai pemilik sebuah toko emas dari wilayah Ubon Ratchathani. Dia datang ke Bangkok bersama istrinya dalam rangka menjual emas ke pedagang di wilayah Chinatown. Mereka menumpang sebuah taksi pada Selasa (13/3) malam di wilayah pinggiran Bangkok. Namun kemudian, mereka baru menyadari bahwa sebuah tas berisi ornamen emas tertinggal di taksi.

Dia pun melaporkan kehilangan itu dan menjanjikan imbalan bagi siapapun yang mengembalikan emas tersebut kepadanya.

Dalam tayangan televisi lokal hari ini, terlihat Eakerat memberikan hadiah untuk sang sopir taksi baik hati itu. Hadiahnya, batangan emas senilai 500 ribu baht atau sekitar Rp 148 juta.


Sumber : Detik

Rabu, 01 Februari 2012

Pengusaha Jerman Buat Layanan Taksi Khusus Muslim

Taksi khusus wanita. Ilustrasi

Hamburg - Pengusaha Muslim Jerman membuat layanan jasa taksi khusus bagi Muslim. Layanan ini dapat dinikmati dengan mengunjungi Muxlimtaxi.net. Melalui layanan ini, Muslim Jerman dapat meminta sopir yang mengendarai taksi itu seorang Muslim, dan berkelamin sama dengan penumpangnya. 

Layanan ini memang bukan hal baru lantaran sebelumnya layanan serupa ditawarkan mitfahrgelegenheit.de. Pada tahun 1996, papar Salim, sang pengusaha itu, orang tuanya yang berasal dari Irak pernah mengalami pengalaman buruk saat menggunakan jasa taksi. 

Kebetulan sopir taksi tersebut non-Muslim. Sepanjang jalan, orang tuanya selalu dicecar umpatan tentang Islam dan Muslim. "Ia mengumpat jilbab yang dikenakan ibu saya," papar Salim seperti dikutip thelocal.de, Jumat (27/1).

Namun, Salam memastikan, layanan yang ditawarkannya tidak dikhususkan untuk Muslim saja. Penumpang non-Muslim juga diperkenankan untuk menggunakan jasa ini. "Saya juga berharap, layanan ini dapat menjadi jembatan penghubung antara Muslim dan non-Muslim," katanya.

Meski bertujuan mulia, layanan ini banyak mendapat kritik. Berbagai pihak menuduh Salam membuat jurang pemisah antara imigran dan masyarakat Jerman. "Banyak saudara dan saudari Muslim mengeluh bahwa mereka tidak dapat menikmati jasa konvensional karena pemisahan gender," kata dia.


Sumber : Republika

Senin, 26 Desember 2011

Toyota Siapkan Camry Buat Taksi


Mobil mewah Toyota Camry sedang disiapkan untuk menjadi unit taksi, dengan nama Limo Camry. Mobil premium ini sudah hadir di markas Toyota Astra Motor (TAM) di Sunter, Jakarta Utara.

Diketahui ada puluhan Limo Camry yang sudah didatangkan dengan status Build-Up (CBU) dari Australia. Camry ini rencananya akan didistribusikan kepada dealer resmi Toyota, Auto2000.

“Camry itu datang awal pekan ini dari Australia. Tapi, kami belum tahu perusahaan taksi mana yang akan memesan. Soal itu pihak delaer Toyota Auto2000 yang lebih mengerti,” jelas Dimas Aska, Public Relation Officer TAM kepada Okezone.

Limo Camry warna hitam lansiran 2011 ini memiliki spesifikasi mesin yang lebih kecil. Fitur-fitur mewah pada Camry seperti biasanya juga tidak tersedia di Limo Camry ini. Hanya, Camry ini dimodali mesin empat silinder, dengan kapasitas silinder 2,4-liter, plus fitur safety standar seperti rem Anti-lock Breaking System serta EBD dan kontrol stabilitas.


Sumber : Okezone

Bandung Perlu Tambahan 2.000 Unit Taksi


Wali Kota Bandung Dada Rosada menyebutkan diperlukan penambahan 2.000 taksi baru untuk mendukung Kota Bandung sebagai Kota Metropilitan.

"Saat ini jumlah taksi di Kota Bandung sebanyak 2.000 buah, bila Kota Bandung menjadi metrolitan makan akan dilakukan penambahan 2.000 taksi baru untuk menambah layanan transportasi kota," kata Dada Rosada di sela-sela sosialisasi Kirab Budaya Cap Gomeh 2012 di Gedung Landmark Kota Bandung, Kamis (22/12) malam.

Menurut Dada, penambahan taksi yang refresentatif di Kota Bandung sangat diperlukan untuk mendukung Kota Kembang sebagai sebuah metropolitan.

Namun tentunya, kata Dada juga diikuti dengan langkah-langkah pengaturan dan rekayasan peningkatan kualitas alat transportasi di kota itu.

"Penambahan jumlah taksi akan menjadi sebuah kebutuhan dan harus kita lakukan, sehingga akan sinergi dengan upaya menjadikan Kota Bandung sebagai metropolitan," kata Dada.

Tidak disebutkan kapan Dada berencana untuk menambah armada taksi di kota itu sebagai langkah awal untuk mewujudkan penambahan 2.000 taksi itu.

"Jumlah idealnya Bandung memiliki 5.000 taksi pada saatnya nanti, dengan tambahan 2.000 taksi itupun baru 4.000 unit. Tentunya hal ini akan dibahas lebih lanjut," kata Dada.

Sementara itu terkait kemungkinan penambahan armada taksi itu meningkatkan kemacetan di jalanan Kota Bandung, menurut Dada hal itu akan menjadi pemikiran kedepan. Salah satunya adalah dengan penambahan ruas jalan raya seperti jalan tol dalam kota Bandung Intra Urban Toll Road (Suci - Ujung Berung - Gedebage) yang akan dimulai pembangunannya 2012.

Selain itu rencana pembangunan rel KA cepat Bandung - Jakarta, komuter cepat Padalarang - Bandung - Cicalengka hingga beberapa program pembangunan infrastruktur lainnya.

"Investor dari Prancis akan membangu KA cepat itu, Jalan Tol Dalam Kota juga segera dibangun. Hal itu merupakan bagian dari upaya menjadikan Kota Bandung menjadi sebuah kota metropolitan," kata Dada.

Ia menyebutkan, kepadatan arus lalu lintas di Kota Bandung diakuinya merupakan sebuah konsekwensi dari kemajuan dan Bandung sebagai kota jasa.

"Kemacetan jelas tidak bisa dihindarkan karena Bandung sebagai Kota Jasa, didatangi orang berusaha dan berbisnis. Biar macet asal menghasilkan, namun bukan berarti tidak ada upaya dari pemerintah, upaya ada namun sejauh ini masih terus dilakukan jalan keluarnya," kata Dada Rosada.


Selasa, 20 Desember 2011

Tips Aman Naik Taksi Bagi Para Wanita


Kejahatan bisa terjadi di mana saja. Di dalam angkutan umum seperti taksi, kejahatan seperti perampokan bisa terjadi setiap saat. Umumnya, kejahatan di dalam taksi ini menimpa kaum hawa karena mereka dianggap lemah.

"Kami imbau kepada masyarakat khususnya para wanita untuk memilih taksi yang aman agar terhindar dari bahaya," ujar Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Yakub D.

Yakub mengimbau bagi masyarakat yang hendak menggunakan jasa angkutan taksi agar lebih selektif memilih armada. "Pilih taksi dari perusahaan yang memiliki kredibilitas dalam pelayanan," kata Yakub.

Kemudian agar lebih terjamin keselamatan Anda, diimbau untuk memesan taksi via telepon melalui operator perusahaan tersebut. Hal ini agar perusahaan taksi tersebut dapat mencatat dengan jelas identitas si pemesan maupun sopir yang akan menjalankan taksi tersebut.

"Pesan taksinya langsung ke pangkalan resmi seperti di mal, hotel, stasiun dan lain-lain," ujarnya.

Namun, bila terpaksa menyetop langsung di jalan, pastikan menunggu di tempat yang aman. Perhatikan dengan seksama logo perusahaan yaksi sehingga tidak terkecoh dengan warna taksi.

"Hindari membawa barang berharga yang berlebihan seperti perhiasan dan uang dan pakailah pakaian yang sopan dan tertutup," katanya.

Pastikan mencatat data-data taksi seperti plat nomor kendaraan, nomor pintu dan nama taksinya serta sopirnya. Informasikan lebih dulu data-data tersebut ke keluarga atau teman terdekat.

"Sehingga kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, keluarga bisa mengetahui terakhir naik apa dan dapat diinformasikan ke petugas polisi bila terjadi kejahatan," jelasnya.

Setelah masuk ke dalam taksi, periksa foto sopir yang tertera pada tanda pengenal dengan wajah sopir itu sendiri. Bila dimungkinkan, cek seragam sopir taksi tersebut.

"Kemudian jangan lupa untuk mengecek kesesuaian nomor pintu di dalam taksi dengan yang di luar," imbuhnya.

Mintalah sang sopir untuk mengunci semua pintu saat naik. Kemudian pastikan rute perjalanan sesuai dengan tujuan.

"Hindari tertidur di dalam taksi dan telepon keluarga atau orang terdekat anda untuk mengimnformasikan identitas taksi dan pengemudinya dengan suara nyaring agar didengar langsung oleh sopirnya. Hal ini agar mengurungkan niat jahat pengemudi," paparnya.

Bila sopir tiba-tiba menepikan taksinya dengan tiba-tiba, tegur dan laranglah sopir itu. "Kalau dia minta menepi dengan alasan bannya kempes, suruh menepinya di tempat yang ramai," ungkapnya.

Kemudian, bila sudah terlihat gelagat yang mencurigakan, minta agar sopir segera menghentikan taksinya. Namun, pastikan Anda berhenti di tempat yang aman.

"Dan segera keluar dari dalam taksi. Saat turun, pastikan tidak ada barang bawaan yang tertinggal," ujarnya.


Sumber : Detik

Senin, 28 November 2011

Zahida Kasmi, Sopir Taksi Wanita Pertama di Pakistan


Seorang wanita Pakistam, Zahida Kasmi muncul sebagai sopir taksi wanita pertama di Pakistan. Pada usia 52 tahun wanita itu telah mengemudikan taksi ke hampir pelosok di Pakistan, dari kawasan sesak di pasar sampai di tengah perkampungan suku asli di pedalaman terpencil di negara itu.

Pada tahun 1992, sewaktu berumur 33 tahun, Zahida yang pada saat itu baru bergelar seorang “Janda” membuat keputusan yang akan mengubah hidupnya dengan menjadi seorang sopir taksi, yang pada saat itu, pekerjaan ini didominasi oleh kaum pejantan Pakistan, dan terkesan aneh dimana perempuan yang menjadi orang bertipe pekerja.

Dilahirkan dari keluarga dan masyarakat yang berfikiran konservatif, dia menentang kedzaliman keluarganya dikarenakan tidak ada pilihan atau sokongan untuk membiayai kehidupan enam orang anaknya.

Zahida mengambil kesempatan untuk menjadi sopir taksi, dengan memangfaatkan batuan pembiayaan dari pemerintah Pakistan yang membolehkan siapa saja membeli sebuah taksi baru dengan angsuran sesuai dengan kemampuan.

Beliau kemudian membeli sebuah taksi kuning dan memandunya setiap pagi di airport Islamabad untuk mengambil penumpang.

130070999178060503
Zahida kasmi bersama taksinya
Pada mulanya, zahida memnyimpan sebuah pistol di dashboard untuk berjaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tidak cukup dengan itu, beliau pun pernah membawa taksi dengan memakai burqa, sejenis pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya.

Mengemudikan taksi du jalan raya Islamabad yang sibuk dan kawasan pedalaman Pakistan mengajarkan Zahida banyak hal tentang negaranya sendiri, dan memupuk rasa nasionalismenya semakin kokoh akan kecintaanya terhadap Pakistan.

Suku pedalaman Pathan di barat laut yang terkenal dengan sifat lelakinya yang bengis dan keras kepala, melayani Zahida dengan sopan santun sepanjang perjalanannya. Bagaimanapun pekerjaan Zahida, anak-anak perempuanya tidak berminat melanjutkan pekerjaan sang ibu, karena masing-masing saat ini telah berkeluarga.



Sumber : Kompasiana

Malaysia Luncurkan Taksi Khusus Wanita


Kuala Lumpur - Kaum hawa di Malaysia kini tidak perlu khawatir mengenai keselamatan mereka jika ingin pulang naik taksi pada malam hari. Sebab Pemerintah Malaysia meluncurkan taksi khusus untuk wanita.

Wakil Menteri Wanita, Keluarga, dan Pembangunan Masyarakat Malaysia, Senator Datuk Heng Seai Kie, mengatakan wanita pengguna taksi kini bisa menikmati kenyamanan dan keamanan dengan taksi khusus wanita tersebut. “Taksi-taksi ini bakal dikemudikan sopir wanita dan diperuntukkan wanita yang bepergian sendirian atau bersama anak-anak dan manusia lanjut usia,” ujar Heng setelah peluncuran taksi tersebut di Terminal Transportasi Terintegrasi Bandar Tasik Selatan, Sabtu, 26 November 2011.

Menurut Heng, untuk mendapat layanan taksi tersebut pengguna bisa langsung menelepon nomor perusahaan taksi. Ada tiga perusahaan yang ikut dalam program tersebut: Destination Transport, Zalnas Sdn Bhd, serta Koperasi Pengangkutan Putrajaya dan Cyberjaya.

Heng berharap perusahaan taksi lainnya bisa ikut memberikan layanan taksi khusus untuk wanita.

“Saat ini kami punya 50 sopir taksi wanita dan kami menganjurkan wanita-wanita lainnya ikut serta terutama bagi ibu yang menjadi orang tua tunggal, ibu rumah tangga, dan pensiunan,” ujar Heng.

Menurut Heng, bekerja sebagai sopir taksi memiliki jam kerja yang fleksibel dan bisa dilakukan penuh waktu ataupun paruh waktu.

Dia berharap secara bertahap 400 sopir taksi wanita bisa beroperasi di Klang Valley.

Program taksi khusus wanita tersebut diluncurkan untuk mengurangi angka kekerasan terhadap wanita. Menurut Heng, di Malaysia, 10 wanita per hari menjadi korban kekerasan.



Sumber : Tempo

Kamis, 24 November 2011

Kisah Seorang Yahudi Mencari Taksi

Ilustrasi

Di sebuah surat kabar nasional saya pernah membaca sebuah kisah yang bagi saya menarik dan bisa dijadikan contoh bagus bagi perkembangan ekonomi Indonesia khususnya perkembangan dunia Usaha dan Blanja di Indonesia. Sehingga dalam catatan ini, layak bila saya critakan kembali kepada anda semua.

Suatu ketika ada seorang yahudi yang berdiri di pinggiran sebuah kota di Amerika. Tangannya melambai-lambai berusaha memanggil taksi agar mau berhenti.

Setiap kali dia memanggil taksi, selalu saja ada taksi yang berhenti dihadapan dia.Setelah taksi berhenti  si yahudi berbicara kepada supir taksi, dan beberapa siaat kemudian taksi itu pergi tanpa si Yahudi ikut di dalam taksi tersebut.

Setelah taksi pergi, kembali si yahudi melambaikan tangan untuk kembali memanggil taksi untuk berhenti. Dan kesekian kalinya ada taksi yang berhenti. Lalu prosesnya sama, si yahudi berbicara kepada supir taksi lalu taksi pun kembali pergi tanpa si yahudi. Begitu terus hingga beberapa kali.

Melihat hal itu, tersirat sebuah keanehan. Untuk apa si yahudi memanggil taksi bila dia tidak pergi bersama taksi yang dipanggilnya. Seolah dia hanya buang-buang waktu berdiri di pingggir jalan untuk memanggil taksi. Seperti tidak ada hal lain yang lebih penting di dunia ini selain memanggil taksi.

Selidik punya selidik, ternyata si yahudi ketika memanggil taksi memang dia membutuhkan taksi karena ingin pergi ke suatu tempat. Tapi dia selalu bertanya kepada setiap sopir taksi yang berhenti didepannya sebelum si yahudi naik kedalam taksi.Pertanyaannya ke pada sopir taksi : "apakah pemilik Taksi ini adalah seorang Yahudi??"

Begitu seterusnya. Setiap jawaban sopir taksi adalah "tidak" maka dia rela membuang waktunya untuk mencari taksi lain yang pemiliknya adalah yahudi.

Bayangkan, dari kejadian ini terlihat jelas bagaimana Bangsa Yahudi membangun perekonomiannya. Mereka begitu fanatik kepada bangsa mereka, saudara sebangsa mereka, sampai produk yang dihasilkan oleh mereka.

Disinilah letak kekuatan bangsa Yahudi sehingga mereka mampu menguasai setiap lini perekonomian dunia.

Pertanyaannya, bagaimana dengan Indonesia? ataukah bagaimana dengan diri kita?

Apakah kita mau melakukan hal yang sama seperti si yahudi. Rela membuang energinya demi membeli produk yang dihasilkan oleh anak Bangsanya?

Bayangkan bila kita semua memiliki kefanatikan yang sama terhadap produk dalam negeri sendiri. Kita hanya mau membeli produk yang dihasilkan oleh tangan-tangan bangsa Indonesia sendiri bukan yang lain.

Saya yakin ekonomi Indonesia akan lebih cepat pulih dan permasalahan perekonomian bangsa semakin cepat terselesaikan.

Lapangan pekerjaan semakin terbuka karena para pengusaha Lokal bergairah menghasilkan produk-produk berkualitas yang mampu dijual dan MAU dibeli oleh bangsa sendiri. Karena lapangan pekerjaan terbuka, maka pengangguran semakin sedikit sehingga tidak perlu jauh-jauh mencari nafkah sebagai TKI di negeri orang. Dan semakin sedikit pengangguran maka semakin hilangnya kejahatan.

Jepang dan Cina sudah membuktikan, kecintaan kepada produk sendiri mampu membangkitkan ekonomi mereka. Bahkan di Jepang harga Produk buatan negeri sendiri jauh lebih mahal tetapi masyarakat Jepang tetap mau membeli produk negeri sendiri.

Hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil, pasti bisa bila kita mau memulai dari sekarang. Sehingga tidak berlebihan bila saat ini setiap mau belanja anda bertanya "apakah ini produk Indonesia??"



Sumber :  ja-jp




Sopir Taksi Sweeping Penumpang Bluebird

Sejumlah sopir yang melakukan sweeping menurunkan penumpang armada Bluebird PD 050 yang keluar dari Bandara Internasional SMB II Palembang, Rabu (23/11/2011).

Palembang - Dua taksi Bluebird kedapatan membawa penumpang dari dalam (menjemput) dan dipaksa menurunkan penumpang di pintu keluar tiket parkir Bandara Internasional SMB II Palembang, Rabu (23/11/2011).

Salah satunya yang terpantau Sripoku.com armada dengan nomor lambung PD 050 yang membawa seorang wanita berjilbab coklat berjaket kulit membawa dua tas. Satu tas jinjing berwana pink dan travel bag hitam.  

Wanita ini pun terlihat ketakutan bercampur bingung kenapa dirinya dipaksa turun dari taksi bluebird yang ditumpanginya. Ia pun sempat menjawab saat ditanya para sopir bagaiman ia bisa ikut bluebird dari dalam bandara.

"Saya stop dan saya pun naik. Saya mau pulang ke Sukabangun," ujar wanita yang akhirnya diangkut naik taksi bandara berwarna abu-abu Primkopau.

Puluhan sopir taksi Balido dari Koperasi PT Angkasa Pura II (Persero) Palembang dan Primkopau dari Koperasi TNI AU sejak pukul 09.00 melakukan aksi mogok ngetem di depan kantor Balido bahkan hingga ke tepi jalan pintu masuk bandara.

Ramainya armada dan berkumpulnya awak penjual jasa transportasi bandara ini menyedot perhatian kontingen SEA Games XXVI yang hendak naik pesawat. Bahkan beberapa mobil pejabat yang lewat pun sempat memperpelan lajunya kendaraan di pintu masuk tiket parkir bandara.

"Biarlah kami berkorban tidak narik (mengangkut penumpang, red) hari ini sejak pukul 09.00 tadi, asalkan bluebird bisa disingkirkan dari bandara. Bila perlu disingkirkan dari Palembang. Kami seluruh sopir bandara sudah siap," cetus para sopir dengan nada berapi-api.

Melihat masih adanya oknum sopir bluebird yang menaikkan penumpang dari terminal bandara, para sopir ini memperingatkan untuk tidak memancing emosinya.

"Hari ini saja sudah dua yang kedapatan ngangkut penumpang dari dalam. Apabila sudah diperingatkan masih juga, apa boleh buat. Berarti memencing terjadinya anarkhis. Mungkin dilihatnya karena selama SEA Games ini. Jangan tulis nama kami, tulis saja semua sopir bandara dari Balido dan Primkopau," ujarnya lagi.

Menurut mereka, aksi yang dilakukan puluhan sopir bandara ini menuntut agar Blue Bird tidak boleh mengambil penumpang dari dalam bandara yang selama ini merupakan lahan mereka.

Tiga perwakilan sopir dari operator taksi Balido dan tiga dari perwakilan taksi Primkopau pun menemui GM PT Angkasa Pura II (Persero) Palembang Yon Sugiono di kantornya.

"Pertemuannya sudah selesai kita carikan solusi kabaikannya. Kalau Pak GM sifatnya memfasilitasi sarana umum. Harus sama-sama menerima, gak bisa dipatok, win-win solutionlah. Bersaing pelayanan yang terbaik dan tidak memonopoli," jelas Junior Mabager Personel and General Affair PT Angkasa Pura II (Persero) Palembang.

Sementara Brand Manager Blue Bird Palembang Rudi Alwazan yang dihubungi mengaku sedang di bandara sempat menyangkal taksinya mengambil penumpang dari dalam bandara dan menilainya itu miskomunikasi.

"Tadi jam 12 saya panggil. Menurut driver kita ada tamu dari Grand Zuri diantar bersama LO (Liassion Officer). Setelah drop tamu, pas keluarnya LO kan naik kembali dan argonya pun masih jalan Rp 73 ribu. Saya masih koordinasi dengan Pak Yon. Surat resmi sudah kita pegang. Tapi komersial sedang diurus," aku Rudi.

Namun Rudi mengakui selagi urusan komersial (konter dan parkir blue bird di bandara) yang sedang diproses ini belum selesai, para sopir Bluebird tidak diperkenankan mengambil penumpang dari dalam bandara.



Penulis : Abdul Hafiz
Editor : Vanda Rosetiati
 
 
Sumber : TribunNews

Taksi Bandara Stop Operasional


Palembang – Persoalan para sopir taksi bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II yang tak menerima kehadiran taksi baru “Blue Bird” sepertinya memuncak. 

Kemarin, mereka berdemo. Memarkirkan kendaraannya di samping  pintu masuk Terminal Kargo Bandara SMB II Palembang. 

Sebaliknya, sejumlah sopir yang mengaku dari  Primkopau, Balido, dan Kota itu, berjaga di arah pintu keluar bandara. Menunggu sopir  Blue Bird yang membawa penumpang. Bahkan informasinya, mereka nekad memukuli kendaraan Blue Bird yang mengangkut penumpang keluar dari bandara. “Kita stop operasional mulai hari ini (kemarin) di bandara,” ujar perwakilan ratusan sopir taksi dari Primkopau dan Balido, M Rihan, kepada wartawan, kemarin.  
 
 Ia mengaku, tidak akan berhenti melakukan aksi sebelum Blue Bird memutuskan tidak operasional di bandara. “Mau satu atau dua hari, bahkan sampai bulanan kita akan melakukan aksi kalau Blue Bird tidak dihentikan. Kalau bisa juga di wilayah Kota Palembang tidak operasional. Kita juga menunggu keputusan dari kepala cabang kita,” cetusnya. 

Menurut Rihan, sejak beberapa bulan terakhir, pendapatan mereka mengalami penurunan. Sebab, operasionalnya Bus Rapid Transmusi (BRT) di Bandara SMB II juga ikut menyebabkan penurunan tersebut. “Sekarang mau ditambah operasional Blue Bird di bandara, penghasilan kita pasti turun.”

 Sejak di launching lalu, tambah dia, Blue Bird sudah masuk bandara. Ia mengaku, pendapatan mereka turun drastis. “Sejak mereka masuk sebelum SEA Games di bandara, sekitar 30 persen penghasilan kita turun. Kami memohon dengan sangat, Blue Bird jangan operasional di bandara, termasuk di Palembang,” jelasnya.

Namun, ia tak mempersoalkan saat SEA Games lalu Blue Bird operasional.   Hanya, usai even internasional tersebut Metropolis kembali sepi. “Jadi, kalau mereka tetap operasional, kita nggak kebagian penumpang lagi,” ungkapnya seraya mengatakan operasionalnya Blue Bird merusak pasaran angkutan taksi di bandara dan angkutan lain. 

“Kita juga prihatin dengan tukang becak dan ojek karena Blue Bird ini operasional,” tambahnya. Ia memisalkan, tukang becak dan ojek tak akan mendapatkan penumpang karena menggunakan Blue Bird lebih murah. Dari PS (Palembang Square)-PIM (Palembang Indah Mall) biasa mereka mendapat Rp10 ribu-Rp15 ribu, tapi menggunakan Blue Bird cukup membayar Rp7 ribu. 

“Karena Blue Bird menggunakan tarif argo, tidak berdasarkan penentuan tarif minimal,” bebernya. Katanya, bila Blue Bird masih operasional di bandara mereka bakal bertindak anarkis. “Akan kami hancurkan, karena sudah merusak mata pencaharian kami,” tambah Rihan.

Dikatakan, pihaknya kepada penumpang yang menggunakan jasanya ditentukan dengan tarif minimal. Sedangkan Blue Bird tanpa tarif minimal, namun dengan argo. “Kita biasanya dari bandara ke kota Rp45-Rp50 ribu. Tapi, kita nego dengan penumpang, apakah mau tarif minimal atau argo. Faktanya, kebanyakan penumpang bertanya berapa tarifnya ke tempat ini.”

 Ia menambahkahn, sengaja tidak menggunakan argo karena hanya mendapatkan keuntungan yang sedikit. “Kita tetap menyediakan argo sama halnya dengan Blue Bird, buka pintu Rp5 ribu dan perkilometernya Rp2.500. Tapi, kalau kami seperti itu (argo, red), bagaimana mau bayar setoran? Makanya, kami pakai tarif minimal,” jelasnya yang diamini rekannya yang lain. 

Ia mengaku, pihaknya mengambil kendaraan taksi tersebut secara kredit dari koperasi. Biaya perbulan berkisar Rp4-Rp5 juta. Bila menggunakan argo, ia memastikan tidak akan tercapai karena dengan argo menuju ke kota hanya Rp25-Rp35 ribu. 

Pantauan Sumatera Ekspres, beberapa Blue Bird terlihat keluar masuk bandara. Pengemudinya mengantarkan pengguna jasa ke bandara, tapi langsung keluar tanpa membawa penumpang. Tampak juga taksi lain yang operasional mengangkut penumpang dari Primkopau. 

Setelah mengantar, taksi ini bersama rekannya yang lain kumpul. Saat bersebelahan dengan Blue Bird, pengemudi ini saling lihat. Namun, tak ada percekcokan di antara mereka. Saat Blue Bird keluar, mereka menjadi perhatian dari beberapa sopir taksi yang melakukan aksi mogok. Bahkan, mereka memeriksa isi kursi belakang dan samping sopir Blue Bird tersebut. 

Jamaludin, pria asal Bangka Belitung yang baru mendarat di Bandara SMB II Palembang mengaku heran tak ada taksi yang menawarkan jasa angkutan kepadanya. Padahal, ia harus mengejar travel tujuan Jambi pukul 13.00 WIB. “Kalau nggak ada taksi susah juga, apalagi harus mengejar waktu ke Jambi,” bebernya saat ditemui pukul 12.15 WIB.  

Ia mengaku, kepergiannya ke Jambi karena ingin melihat keluarganya yang masuk rumah sakit di Jambi. Bahkan, kesannya terburu-buru karena orang tua yang sakit tersebut berasal dari Maluku juga ingin melihat keadaan anaknya. “Karena nggak bisa siang, kita terpaksa berangkat nanti malam (semalam, red),” tambahnya. 

Namun, ia juga menyalahkan pihak taksi yang melakukan aksi mogok. Pasalnya, tak semua orang berduit yang turun dari bandara. “Kalau orang kaya nggak masalah main tembak harga atau tanpa argo. Tapi, kalau orang yang ekonominya pas-pasan kan kasihan kalau ditentukan harga. Setidaknya menggunakan argo saja,” ungkapnya.

Yon Sugiono, General Manager PT Angkasa Pura (AP) II mengaku tidak tahu adanya aksi mogok dari para sopir taksi yang mangkal di Bandara SMB II Palembang. “Saya nggak tahu, nggak ada laporan ke saya. Memang dimana?” ujar Yon saat dihubungi koran ini. 

Kepala Security PT AP II, Darso mengungkapkan, aksi mogok operasional yang dilakukan para sopir taksi yang mangkal di Bandara SMB II sudah diredam. “Sudah diredam tadi oleh Pak GM, pada intinya Blue Bird boleh masuk,” ungkap Darso.

Katanya, mereka sudah dikumpulkan dan diberikan saran-saran dalam menghadapi persoalan ini. “Yang jelas, mereka harus berani memperbaiki pelayanan dan menghadapi tantangan. Kenapa harus takut? Kalau kita punya pelayanan baik pasti dipakai,” bebernya. 

Dari hasil pertemuan tersebut ia mengatakan, PT AP II tak mempunyai hak dan wewenang untuk melarang Blue Bird masuk ke kawasannya. “Kita nggak punya kewenangan melarang, mereka punya hak untuk masuk karena resmi izin dari Dishub. Apalagi, transportasi memang dibutuhkan di bandara kalau pelayanan baik akan diacri penumpang,” imbuhnya. 
 
 


Game Online

Taxi Truck

Play free Games - a game from Driving | Racing Games