Rabu, 19 Oktober 2011

Taksi : Salah Satu Bagian Dari Omnibus Fisfic


Sebuah cerita dalam FISFIC 6.1 yang menyajikan teror yang familiar di seputar ketakutan masyarakat kota besar adalah TAKSI. TAKSI adalah salah satu dari keenam cerita fantasi yang lolos oleh penjurian FISFIC, dan diproduseri oleh Lifelike Production. TAKSI akan ditayangkan di Indonesia International Fantastic Film Festival (INAFFF) di Blitz Megaplex pada pertengahan November.

TAKSI adalah kisah thriller yang mengikuti pengalaman seorang wanita muda bernama Fina dalam perjalanannya pulang pada suatu malam. Karena terpaksa pulang sendirian, ia harus menumpangi sebuah taksi yang ditemuinya sebagai satu-satunya bentuk transportasi. Berbagai rintangan dihadapi Fina dalam usahanya mencari jalan pulang, yang dibuka dengan kesulitannya menemukan taksi terpercaya... yang kemudian diikuti serentetan kejadian yang berkembang bagai mimpi buruk seiring larutnya malam.


Naskah TAKSI ditulis oleh Nadia Yuliani, yang kemudian diterjemahkan menjadi bentuk film pendek dengan Arianjie AZ sebagai sutradara dan Titis Sapto Raharjo sebagai produser. TAKSI merupakan film pendek pertama yang diproduksi oleh Arianjie, Titis dan Nadia. TAKSI juga di-codirect oleh Ferry Arya Seto dan Audy Sutama, serta di-coproduseri oleh Christina Levina.
Tokoh utama Fina dalam TAKSI diperankan oleh aktris Shareefa Daanish, yang mewarnai ketegangan dalam film pendek ini bersama dengan peran-peran pendukung yakni Hendra Louis, Manahan Hutauruk dan Alex Loppies.

Sinematografi TAKSI dirancang oleh tim Dimas Wisnuwardono dan Shakti Siddarta, dengan didukung oleh efek khusus kamera dari Erich Silalahi. Musik dan sound design dalam TAKSI dirangkai oleh Aria Prayogi dan Fajar Yuskemal. Bersama dengan kru lainnya dalam TAKSI yang rata-rata usianya masih terbilang sangat muda, mereka membangun atmosfer teror dari sudut-sudut gelap ibukota dengan nuansa mencekam yang modern.

TAKSI akan diputar resmi ke publik beserta 5 film pendek peserta FISFiC lainnya pada tanggal 14 Oktober 2011 di Indonesia International Fantastic Film Festival 2011 dan rencananya akan dirilis dalam bentuk DVD oleh Jive Collection.


Taksi baru saja merilis tiga teaser poster. Ketiga poster ini berkonsep hitam putih.  Dan tentu sebagai teaser, ketiga poster berikut mengundang " tanda tanya" seperti apakah film ini nanti.







Sumber : http://www.boleh.com/


Baca lagi

Sopir Taksi Itu Kini Berubah Jadi Mumi


Seorang sopir taksi Alan Billis meninggal dunia pada Januari lalu akibat kanker paru-paru, dirinya pun memberikan tubuhnya ke para ilmuwan untuk dijadikan mumi.

Saat ini, ilmuwan di dunia harus berterima kasih pada Alan, karena pria ini membuat para ilmuwan menjalankan percobaan bagaimana cara membuat tubuh manusia dijadikan mumi. Ini layaknya seperti yang dilakukan para masyarakat di zaman sebelum masehi.

"Saya akan menjadi satu-satunya wanita yang memiliki suami berupa mumi," ujar istri Alan, Jan, seperti dikutip Daily Mirror, Selasa (18/10).

"Saya ingin melihatnya menjadi mumi, namun saya tidak ingin dirinya dibungkus oleh kain dan saya ingin melihat wajahnya. Sangat lucu, ketika saya menyentuh kulitnya, kulitnya memantul kembali. Dahulu Alan berkata, dirinya tidak ingin menjadi Tutankhamun, Alan akan menjadi Tutanalan. Cucu kami pun dapat menunjukkan mumi kakeknya kepada kawan-kawannya," tambahnya.

Tim peneliti yang dipimpin ahli forensik patologi, Profesor Peter Vanezis mengubah jasad Alan di Sheffield Medico Legal Centre.

Pertama-tama, organ tubuh Alan diambil dan jasadnya disterilkan. Kulitnya pun dioles dengan minyak dan lilin lebah. Setelah itu, jasad Alan pun dibungkus oleh kain seperti para Pharaoh di Mesir.

Mumi Alan pun akan tetap berada di Medico Legal Centre untuk diteliti dan peristiwa mumifikasi itu langsung diliput oleh stasiun televisi Channel 4.

"Alan pasti sangat senang bila dirinya menjadi pusat perhatian masyarakat. Bila dirinya bisa kembali ke dunia ini, dia pasti merasakan kejayaan. Alan sebelumnya mengatakan, dia ingin ditempatkan dalam sebuah kotak kaca di mueseum. Dia juga ingin tangannya digantikan dengan tangan mekanik, sehingga dia dapat melambaikan tangannya padaku," ujar Jan.ins



Kehadiran Blue Bird Bisa Menjadi Contoh Taksi Lainnya di Palembang


Kehadiran taksi Blue Bird yang cukup dikenal memiliki tarif sesuai argo nampaknya bakal meruntuhkan tarif borongan
taksi yang ada selama ini di Palembang.

"Saya dengar mereka akan beroperasi mulai 20 Oktober di Palembang dengan sedan Toyota Limo dengan trayek umum, kemana saja. Tidak ada mangkalnya. Boleh ke bandara. Menurut saya ini akan meruntuhkan tarif borongan yang biasa terjadi dengan taksi di Palembang selama ini. Tinggal lagi sesama operator taksi bersaing dengan rapi merebut hati penumpang," ungkap Riduan, salah seorang pemerhati taksi di Palembang.

Sebanyak 40-an unit taksi Blue Bird jenis Toyota Limo warna biru terparkir di pool Jl Angkatan 45 Lr Persatuan No 962 Palembang. Sedangkan 10 lainnya secara bergantian keluar ke jalan melakukan tes drive.

Setiap mobil yang masuk pool diperiksa dan dicatat argonya oleh petugas berseragam safari hitam.

Sebagian sopir berseragam biru dan beberapa lainnya terlihat baru memasukkan lamaran kerja.

Di pintu pagar pool tertera spanduk "Blue Bird Segera Hadir di Palembang" dan tulisan membuka lowongan untuk pengemudi.

Adapun syaratnya usia 23-50 tahun, tidak bertato, melampirkan fotokopi SIM dan KTP.

Pengemudi akan merasakan fasilitas mobil baru, komisi, bonus, radio, dan mess.

Beberapa operator taksi di Kota Palembang menyambut positif hadirnya Blue Bird yang nantinya akan memacu untuk meningkatkan pelayanan terhadap penumpang.

"Kita akan nambah izin trayek 10 unit lagi. Selama ini sudah ada 30. Dengan hadirnya Blue Bird ini kita berupaya meningkatkan pelayanan harus bagus. Apalagi Palembang sekarang ini sudah berbeda," ujar Ketua Koperasi Primkopau, pengelola taksi Primkopau, Lettu Kal Adriansyah.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Koperasi Kotas (Koperasi Taksi Sriwijaya), Tahrim, yang mengaku sangat menerima kehadiran taksi Blue Bird ini dan mengajak untuk sama-sama memajukan Kota Palembang.

"Kita sangat menerima. Bagus mereka pake sistem argo, kita akan turuti. Hanya saja selama ini terkendala kalau mau terra argo ke Disperindag, kita harus memanggil teknisi dari Jakarta. Kita akan belajar dengan Blue Bird. Apakah mereka sistem setoran atau apa. Hanya saja kita pernah sepakat dengan Dishub, tarif argo minimal Rp 20 ribu," ujar Tahrim.

Tahrim menyadari jelas dengan kehadiran puluhan armada taksi baru ini akan berdampak dengan penghasilan mereka paling tidak 1-2 bulan kedepan. Namun ia berharap ini akan menjadikan budaya anak-anak sekolah untuk terbiasa naik taksi nantinya.

Selain dua operator taksi ini, masih ada lagi taksi Balido. Sayangnya Ketua Koperasinya, Tulus Budiarso, tidak bisa dihubungi. Begitu juga masih ada taksi berpelat hitam yang akan merasakan dampak kehadiran Blue Bird ini.


Bisa Terra di Disperindag Sumsel

Kepala Bidang Transportasi Jalan dan Rel Dishub Kota Palembang, Agus Suprianto, berharap dengan kehadiran Blue Bird ini bisa menjadi contoh taksi lainnya di Palembang.

"Diharapkan akan membawa warna tersendiri yang brand image perusahaan yang bagus. Blue bird ini sifatnya tidak mangkal, tapi mobile. Selama ini susah kalau gak ke pangkalan taksi. Di Palembang belum membudaya taksi yang mobile dan ini bisa memberi contoh ke taksi yang lainnya. Artinya taksi yang selama ini tertidur bisa bangun. Optimalkan pelayanan. Untuk Blue Bird ini izin trayeknya ada 50 armada. Memang kita sudah bicarakan dengan operator taksi soal terra argo. Disperindag yang bisa melakukannya," ujar Agus.

Sementara Kabid Terra Disperindag Sumsel, Deva, membenarkan pihaknya bisa membantu melakukan terra terhadap argo taksi. Menurutnya barangkali belum mengajukan.

"Memang bisa sudah sejak lama. Tinggal operator taksi mengajukan permohonan ke metrologi Disperindag Sumsel kantor Disperindag yang lama Jl Kapten A Rivai depan kantor gubernur. Prosesnya cepat, setelah masuk permohonan, kita konfirmasikan. Untuk biaya kita ada ketentuan tabelnya sesuai Perda," terang Deva.



Sumber : SriwijayaPost

50 Taksi Blue Bird Tiba Di Palembang


Puluhan taksi baru berwarna biru terparkir rapi di halaman berpagar kawat keliling di Jl Angkatan 45, Lr Persatuan, No 962 Palembang, kemarin. Lokasi itu saat ini menjadi pool Blue Bird.Kemungkinan besar, taksi-taksi tersebut merupakan taksi Blue Bird yang dipersiapkan untuk menyambut pelaksanaan SEA Games XXVI. “Benar, armada kita memang sudah tiba. Saat ini baru dikit, 50 unit,” ungkap Teguh dari manajemen Blue Bird, kepada Sumatera Ekspres, kemarin.

    Ia tidak menegaskan berapa taksi yang nantinya akan beroperasional di Palembang. “Secara bertahap akan nambah, mas,” katanya. Teguh pun belum mengatakan secara pasti tanggal akan beroperasinya 50 unit taksi Blue Bird. “Pertengahan Oktober ini juga.”

      Dikatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan infrastruktur penunjang yang diperlukan untuk mendukung kelancaran operasional seluruh armada. ”Kita juga akan mentraining para pengemudinya. Sekarang masih perekrutan,” cetus Teguh. Ia menegaskan, seluruh taksi Blue Bird nantinya akan dilengkapi argometer seperti armada mereka yang beroperasional di kota-kota besar lainnya.

     Sejak beberapa waktu lalu, manajemen Blue Bird memang membuka lowongan kepada yang berminat menjadi pengemudi taksi ternama ini. Pengumuman tersebut dipasang pada sekretariat sementara Blue Bird di Jl Angkatan 45 Lr Persatuan No 962. Tertulis jelas, calon pengemudi harus berusia 23-50 tahun dan tidak bertato.

    Informasi akan beroperasionalnya taksi Blue Bird ini sebelumnya diungkapkan Kadishub Palembang, Masripin Toyib melalui Kabid LLAJ dan Rel KA, Agus Supriyanto. Dari hasil pembicaraan awal, blue bird akan mengoperasionalkan 100 armada taksi untuk melayani transportasi warga Kota Pempek ini.

      “Tahap awal rencananya sekitar 50 unit,”ucap Agus, belum lama ini. Saat ini, izin prinsip operasional taksi Blue Bird sudah disetujui oleh Wali Kota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT.
      Kadishubkominfo Sumsel Ir H Sarimuda MT menambahkan, Blue Bird akan menjadi taksi pertama di Palembang yang menggunakan argometer. "Mudah-mudahan, ke depan semua taksi seperti itu dan memang dimulai dari Blue Bird ini,"imbuhnya.

       Penambahan taksi ini jangan dilihat sebagai persaingan antar perusahaan angkutan umum. Sarimuda menegaskan, masuknya Blue Bird lebih kepada untuk memenuhi kebutuhan  angkutan umum Palembang sebagai sebuah kota besar yang semakin maju. Seiring SEA Games XXVI, memang diperlukan angkutan umum yang banyak dan bagus dari sisi pelayanan.




Sumber : SumateraEkspres


Kamis, 06 Oktober 2011

Tarif Taksi Jakarta Belum Naik


Jakarta - Pelanggan taksi untuk sementara masih bisa sedikit lega. Di tengah-tengah kenaikan tarif angkutan umum, tarif taksi belum naik. Ongkos buka pintu pertama masih dipatok Rp 4 ribu. 

Demikian pantauan detikcom terhadap taksi Blue Bird, Putra dan Dian Taksi, Kamis (6/10/2005). Sopir taksi Blue Bird, sopir Dian Taksi dan Putra mengaku belum mendengar perusahaannya akan menaikkan tarif. Daud, sopir Blue Bird menyatakan, perusahaannya belum memberikan pengumuman apa-apa terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Tarif buka pintu penguasa taksi di Jakarta itu tetap Rp 4 ribu. Daud khawatir jika tarif taksi dinaikkan jumlah penumpangnya justru turun. "Kalau naik tarif, saya khawatir penumpang menurun. Tapi mau gimana lagi? Sampai sekarang sih belum ada pengumuman," kata Daud. Sopir Blue Bird itu mengaku kenaikan harga BBM tidak terlalu berpengaruh terhadap pendapatannya. Pendapatan masih sama yakni rata-rata Rp 350 ribu per hari. Pendapatan Daud sedikit turun justru akibat awal puasa yakni hanya Rp 290 ribu. 

Menjadi sopir Blue Bird, Daud tidak mengeluarkan biaya lagi untuk membeli bensin. Setiap harinya dia sudah dijatah 10 tangki bensin oleh Blue Bird. Blue Bird memberlakukan sistem komisi sebagai gaji sopirnya. Per hari, setiap sopir ditarget menyetor Rp 425 ribu. Dengan setoran sejumlah itu sopir mendapatkan komisi Rp 72 ribu. Kalau hanya mampu setor Rp 320 ribu komisinya Rp 50 ribu. Kalau setoran Rp 200 ribu ke bawah komisinya Rp 18 ribu. 

Tarif tak naik juga diberlakukan Dian Taksi. Taksi berwarna putih ini masih membandrol Rp 4 ribu untuk tarif buka pintu. Beda dengan Blue Bird, sopir Dian Taksi, Suwarno, mengeluhkan pendapatannya akibat kenaikan harga BBM. Pasalnya Suwarno harus membeli bensin sendiri. Setelah kenaikan harga BBM per 1 Oktober 2005 lalu, Suwarno harus merogoh Rp 180-200 ribu per hari untuk isi bensin. 

Padahal sebelumnya ia hanya mengeluarkan Rp 90-100 ribu untuk bensin sehari. Per hari, Suwarno harus setor ke perusahaan Dian Taksi Rp 190 ribu. Rata-rata pendapatan sehari Suwarno yang bekerja dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dini hari, Rp 350 ribu. Sebelum kenaikan harga BBM, Suwarno bisa membawa pulang sekitar Rp 60 ribu untuk kerja kerasnya. Namun dengan naiknya harga BBM, sopir Dian itu sering tekor Rp 40 ribu. Bila tak bisa membayar setoran Rp 190 ribu, maka kekurangan setoran dihitung utang. 

Jika Blue Bird dan Dian kemungkinan akan menaikkan tarif, sopir Taksi Putra justru memastikan tidak akan menaikkan tarif. Sopir Putra tetap mematok Rp 4 ribu untuk buka pintu meskipun tarif taksi lainnya nanti akan naik. Sopir Putra mengaku mendengar ada perusahaan taksi yang telah mengusulkan kenaikan tarif menjadi Rp 7 ribu. Dia memprediksi kemungkinan usulan itu akan dipenuhi hanya Rp 5-6 ribu. "Nah nanti kalau tarif naik, kita tidak akan ikut naik," tanda sopir Putra. (Umi Kalsum/iy)



Sumber : Detik

Taksi Listrik Pertama Di Mexico City


Untuk mengurangi polusi yang sudah semakin mengkhawatirkan di Mexico City, pemerintah kota menggunakan armada mobil listrik untuk angkutan taksi.

Nissan LEAF pun dipilih pemerintah Mexico City untuk menjadi taksi listrik pertama di kota Amerika Latin itu. Pengoperasian armada taksi Nissan Leaf listrik untuk menekan polusi di kota dengan jumlah penduduk mencapai 20 juta itu.

Pihak operasional taksi telah menyediakan stasiun pengisian di pusat kota yang memanfaatkan energi surya. Stasiun pengisian tersebut bisa mengisi ulang baterai dalam 30 menit.

Nissan sudah menyediakan 100 unit taksi Nissan Leaf untuk gelombang pertama. Setidaknya mobil tersebut diklaim bisa mengurangi emisi karbon dioksida sebesar lima ton per hari seperti dilansir foxnews, Senin (3/10/2011).

Presiden Nissan Meksiko Jesus Munoz mengatakan jumlah taksi Nissan Leaf bakal bertambah seiring dengan program untuk menekan polusi udara di pusat kota. Meksiko akan menjadi negara pertama di Amerika Latin dan pertama di dunia yang menjalankan program tersebut.

"Kami telah mengirim tiga kendaraan pertama dari program ini dari 100 mobil sebagai projek percontohan. Ini akan menjadi fase berikutnya di mana kami akan memberikan 500 unit sehingga dijadikan taksi di kota Mexico. Yang paling penting bahwa rencana ini menjadi menjadi negara pertama di Amerika Latin dan pertama di dunia yang menggunakan Nissan Leaf," ucapnya.



Sumber : Detik

Selasa, 04 Oktober 2011

Belajar Berantas Korupsi dari Sopir Taksi


Obrolan sopir taksi, sebagaimana warga biasa umumnya sering diabaikan. Mereka bukan dosen, bukan doktor, apalagi profesor yang kata-katanya berisi, bernas dan penuh ilmu. Obrolan sopir taksi dengan ratusan penumpangnya setiap hari hanyalah "ocehan" ringan khas warga biasa. Tetapi siapa sangka, seorang Kafi Kurnia, konsultan dan kolomnis, banyak menggali pengalaman hidup dari sopir taksi termasuk pendapat mereka bagaimana seharusnya pemerintah menangani para koruptor.

Di media sosial Kompasiana Kafi Kurnia yang dalam setiap presentasinya menggunakan gaya dan bertutur cara Betawi berterus-terang, ia sempat membeli sebuah buku kecil yang berjudul "Taxi Driver Wisdom" saat berada di New York menjelang krisis ekonomi 1998. Buku kecil itu menurutnya berisiuneg-uneg para supir taksi di New York yang dikumpulkan Risa Mickenberg.

"Lucu, menggelitik dan kalau direnungkan terasa kebenaran yang polos terkadang nyelekit. Barangkali saja Tuhan menakdirkan sopir taksi memiliki pemikiran yang sangat berbeda, yang membuat mereka bijaksana dengan cara yang sangat unik. Terkadang kita suka bertemu dengan sopir taksi  yang bawel dan bicara ngalor ngidul nggak keruan. Sering terasa tidak nyaman. Namun setelah membaca 'Taxi Driver Wisdom', saya jadi lebih memberikan perhatian," tulis Kafi.

Kafi mengungkapkan pertemuannya dengan seorang sopir taksi bernama Koeswanto, saat perjalanan dari hotel menuju Bandara di Surabaya, beberapa waktu lalu. Dalam perjalanan ke Bandara, sekelompok anak muda memadati bagian jalan mengakibatkan kemacetan. Sopir taksi lalu menggerutu sampai kemudian pada kisah yang menurut Kafi menarik.

Diceritakan, salah satu tetangga sopir taksi itu anaknya masuk rumah sakit karena demam berdarah. Tidak ada biaya sehingga anak tetangga sopir taksi itu tidak bisa ditebus. "Mulanya saya tersenyum saja. Ini cerita biasa di Republik ini. Kisahnya banyak kita temukan dikoran setiap hari. Dan sayapun bisa menebak kelanjutan cerita, pasti tetangganya akan menjadi maling dan nyolong sesuatu," tulis Kafi.

Dugaan Kafi benar, tetangga sopir taksi itu lalu nyolong dan menjadi maling, membawa kabur motor salah satu tokoh terpandang di kampung. Sial, ia tertangkap basah oleh massa dan sang tetangga itu dihajar sampai babak belur. Ironisnya, kata Kafi mengutip cerita sopir taksi, sang tetangga harus masuk rumah sakit dan harus dipenjara, sementara anaknya  tidak tertebus. Akhirnya, terpaksa para tetangga urunan dan menebus sang anak agar bisa keluar dari rumah sakit.

Secara menarik, tulis Kafi lagi, sopir taksi itu mengurai cerita tadi. Katanya, orang kecil seringkali dicap sebagai tidak berpendidikan, tidak tahu hukum dan seringkali main hakim sendiri. Orang kecil di kampung seringkali frustasi karena mereka merasa jarang sekali mendapat perlindungan hukum. Kafi menceritakan, sopir taksi itu bertanya kapan terakhir kali ia melihat polisi membantu orang biasa menyeberang jalan. "Saya jadi tersenyum mendengarnya," aku Kafi.

Lalu sopir taksi itu mencontohkan bagaimana bedanya orang penting kalau berpergian. Mobil orang penting cuma satu, tetapi yang mengawal bisa selusin dan galaknya bukan main. Semua mulut jalan ditutup. Akibatnya bikin macet dimana-mana.

"Pak Koes tertawa terkekeh-kekeh. Ia bilang kenapa sih para orang penting itu selalu terburu-buru? Kenapa mereka nggak bisa pelan sedikit dan ikut bersama rakyat menikmati kemacetan kota? Secara sinis pak Koes mengatakan bahwa mungkin itulah sebabnya jalanan tetap macet karena orang penting tidak pernah merasakan macet dan tidak pernah tahu masalah macet. Inilah pencerahan pak Koes yang membuat saya terpingkal-pingkal. Iseng saya tanya apakah pak Koes mau jadi Presiden biar dikawal kemana-mana? Kini gantian Pak Koes yang tertawa. Ia tidak menjawab," papar Kafi.

Pak Koes, kata Kafi, melanjutkan. Ia bercerita bahwa seringkali maling digebuki ramai-ramai, bukan karena main hakim sendiri, tetapi masyarakat seringkali merasa perlu bahwa maling itu diberi pelajaran agar kapok tidak lagi mau mencuri dimasa depan, serta menjadi peringatan agar maling-maling lainnya tidak berani mencuri di kampung mereka. Sopir taksi itu lalu menggugat situasi korupsi yang sekarang beredar. Ia secara kritis mengatakan bahwa zaman sekarang yang korupsi semakin banyak. "Lalu saya ceritakan bahwa sekarang Indonesia sedang gencar memberantas korupsi, makanya ada KPK segala," kata Kafi.

Di luar dugaan, lanjut Kafi, sopir taksi yang dipanggilnya Pak Koes itu tidak setuju dengan pendapatnya. Katanya, koruptor harus dibikin kapok persis maling motor tadi, kalau perlu digebukin rame-rame dan dihukum mati. "Saya terkesima. Barangkali Pak Koes benar adanya. Sistim hukuman para koruptor di Republik ini terlalu ringan dan tidak membuat jera para pelakunya," tulis Kafi.

Apa kiat dan pendapat sopir taksi mengenai bagaimana seharusnya pemerintah Indonesia menangani para koruptor yang tidak pernah tahu malu dan tak pernah jera ini? Ternyata sopir taksi sebagai warga biasa ini punya pendapat yang masuk akal, bahkan brilian, setidak-tidaknya demikianlah menurut penilaian Kafi Kurnia.



Sumber : Kompas


Di Arab Saudi, Wanita Jangan Naik Taksi Duluan!


MAKKAH - Ladies first tampaknya tidak berlaku di Arab Saudi. Bukan karena tidak menghormati wanita, tapi justru hal ini untuk keselamatan wanita itu sendiri. Inilah salah satu tip dalam bertransportasi bagi jemaah haji di Arab Saudi.

Saran ini disampaikan Kepala Bidang Keamanan Panita Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kolonel Bambang Siswoyo, saat berbincang dengan Okezone belum lama ini di Makkah.

Dia menjelaskan, jika hendak bertransportasi dengan menggunakan taksi atau transportasi lainnya baik di Makkah, Madinah, atau tempat lainnya, sebaiknya untuk pasangan suami istri agar waspada. Dahulukan suami untuk naik taksi terlebih dahulu. Jika hendak turun dari taksi, istri yang turun lebih dulu.

Hal ini dilakukan untuk menghindari penculikan dan pemerkosaan yang dilakukan kepada wanita. Karena modus melarikan wanita dengan taksi kadang terjadi.

Kedua, jika hendak bepergian sebaiknya wanita tidak sendirian. Ajak teman Pengamanan naik turun lift, sebaiknya jangan sendirian. Misalnya naik hotel, jangan naik sendirian. Demi keamanan.

Ketiga, jika hendak ke masjidil haram atau masjid lainnya sebaiknya tidak perlu membawa banyak barang berharga. Bawa uang secukupnya, tidak perlu berlebihan. Keempat, barang-barang yang ditinggal di pemondokan sebaiknya dikunci. Sebelum meninggalkan kran air dimatikan, colokan listrik juga dicabut.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga mengingatkan bagi yang baru melaksanakan haji agar mempersiapkan segala sesuatunya untuk ibadah. Bagi yang sudah pernah, ada baiknya membagi ilmunya kepada yang baru. "Jangan takabur, terus jangan jalan sendirian," tutupnya.



Sumber : okezone

Senin, 03 Oktober 2011

Ongkos Taksi China Naik Usai Mogok Supir


SHANGHAI - Setelah dilanda mogok para supir taksi di kota Hangzhou, China, pihak pemerintah kota memutuskan untuk menaikan ongkos taksi di wilayah itu. 

Mulai Oktober mendatang pihak Dewan Kota setuju menaikan harga ongkos taksi. Kenaikan ini sesuai dengan tuntutan dari para supir yang sempat melakukan aksi mogok pada Agustus lalu.

Ketika mogok terjadi, arus lalu lintas sempat kacau. Para penumpang pun terlantar karena Kota Hangzhou ini dikenal sebagai wilayah tujuan wisata utama di Negeri Tirai Bambu. Demikian diberitakan Xinhua, Sabtu (1/10/2011).

Aksi mogok ini dipicu meningkatnya harga bahan bakar. Selain itu, banyaknya pungutan liar terhadap supir taksi membuat beban mereka bertambah berat. Mereka juga mengeluhkan setoran yang harus diberikan kepada perusahaan taksi tempat para supir ini bekerja.

Pihak pemerintah kota yang tidak ingin terjadi kericuhan, akhirnya sepakat untuk memberikan subsidi sementara kepada para supir. Dewan Kota pun mengatakan, kenaikan tarif taksi akan ditetapkan tidak berapa lama lagi.
 
 
 
 
 
Sumber : okezone

Selasa, 27 September 2011

Ambisi NASA Bikin Taksi Luar Angkasa

worldnasa.magnify.net

NASA mengaku akan mendanai pengembangan dua proposal taksi luar angkasa. Taksi ini nantinya akan mengirim astronot ke orbit pada 2016. Seperti apa?

Draf kontrak berisi tujuan rancangan sistem ini telah dirilis badan antariksa itu pekan ini. Permintaan untuk menyetujui proposal komitmen NASA

“Meng-outsourcing transportasi stasiun luar angkasa ini dilakukan agar NASA bisa memfokuskan energi dan sumber dayanya pada penjelajahan luar angkasa,” ujar administrator NASA Charles Bolden.

SpaceX California yang merupakan salah satu dari empat perusahaan US$270 juta (Rp2,4 triliun) yang didanai NASA guna memajukan rancangan pesawat luar angkasa untuk menerbangkan orang ke dan dari International Space Station (ISS) ini mengatakan akan mengulas ulang bahasa draf tersebut.

Blue Origin, The Boeing Co. dan Sierra Nevada Corp. Space System merupakan perusahaan-perusahaan lain yang terlibat dalam hal ini.

Penasihat luar angkasa komersil mengaku khawatir, terbatasnya pendanaan anggaran 2012 aministrasi Obama serta prosedur kontrak NASA akan membuat semuanya menjadi rumit atau menghambat desain dan program pengembangannya.

“Dari titik teknis (perusahaan terkait) sudah berjalan lancar namun kekhawatiran terletak pada pendanaan masa depan untuk melaju ke tahap selanjutnya,” ujar anali industri Futron Corp. Jeff Foust seperti ditulis UPI.





Sumber : inilah.com


Rabu, 14 September 2011

Taksi Blue Bird Masuk Sumbar

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno - Dukung Blue Bird Masuk Sumbar.

Sumatera Barat mulai dilirik pengusaha taksi terbesar di Indonesia, Blue Bird Building Kemarin, Direktur Blue Bird Andre Djokosoetono dan Cummisioner Bayu Priawan Djokosoetono menyampaikan rencana itu ke Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

”Pada prinsipnya Gubernur setuju, asalkan kehadiran taksi Blue Bird Building dapat menunjang kenyamanan dan keamanan kunjungan wisatawan ke Sumbar melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM),” ujar Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Akmal didampingi Kabid LLAJ Juharson dan Herry Wanda, usai pertemuan di Gubernuran, kemarin.

Menurut Akmal, kalau gubernur sudah setuju, tinggal eksekusi dari pengusaha. Apalagi, saat ini armada taksi yang beroperasi di Sumbar tinggal 406 unit. Artinya, akan susut 300 unit tahun 2012. ”Sebagian lagi, tidak dibenarkan membawa penumpang dan masuk ke BIM, karena sudah berusia lebih dari 11 tahun,” jelas Akmal.

Andre menilai prospek pertaksian di Sumbar cukup bagus, terutama dilihat dari banyaknya penumpang BIM. Teruama wisman, katanya, sangat menginginkan kenyamanan dan keamanan serta kebersihan dalam transportasi. Sekarang, armada taksi Blue Bird mencapai 20 ribu unit. Untuk luar Jawa, sudah beroperasi di Medan, Bali, Manado dan Lombok.

”Taksi Blue Bird bukanlah saingan dari taksi yang ada sekarang, tapi menjadi mitra kerja dalam peningkatan kualitas pelayanan sehingga penumpang menjadi aman dan nyaman. Kalau wisatawan merasa aman dan nyaman, berkemungkinan besar devisa negara ke Sumbar bakal meningkatkan,” jelasnya. (ztl)


Mantan Pendekar Itu Memilih Jadi Supir Taksi

Marina (47), mantan pesilat juara Asia yang menekuni profesi sebagai supir taksi (Atman Ahdiat) 

Jakarta - Disaat sebagian warga ibukota Jakarta masih terlelap dalam tidur, Marina (47 tahun) sudah berada di balik kemudi, menjelajahi jalanan untuk mencari penumpang.

Rutinitas sebagai sopir taksi tersebut sudah dijalani orang tua tunggal dengan dua anak dan empat cucu itu sejak empat tahun lalu.

Sejak berpisah dengan suaminya Rainer Nurdin pada 1990, mantan atlet pencak silat yang pernah menjadi juara Asia di Singapura tersebut harus menghidupi sendiri kedua anak perempuannya yang masih kecil, yaitu Ayu dan Rima

Beruntung wanita blasteran Jerman-Jawa itu masih bisa menumpang di rumah orang tuanya di daerah Bintara, Bekasi Barat, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk mengontrak rumah.

Sebelum menjadi sopir taksi Blue Bird, Marina dengan modal yang terbatas pernah mencoba dagang kebutuhan sehari-hari di dekat rumahnya, tapi gagal karena terus merugi.

"Saya akhirnya memutuskan untuk menjadi sopir taksi karena dari dulu saya memang gemar mengemudi," kata Marina kepada ANTARA di tempat tinggalnya di Bintara.

Marina, yang berayah Martin Segedi (alm) asal Jerman dan ibu Soekartien dari Malang, tampak menjalani profesinya dengan tenang dan nyaman, meski bagi sebagian masyarakat profesi supir taksi bagi sebagian wanita adalah hal yang tidak lumrah.

Berita yang sering muncul di berbagai media mengenai kejahatan yang dialami supir taksi, seperti penodongan, tidak membuat Marina ciut dalam menjalankan profesinya tersebut karena setiap profesi pasti ada resikonya.

Pada awalnya, kedua anaknya memang sempat keberatan dengan profesi ibunya sebagai sopir taksi karena kejahatan sering mengintai di jalanan ibukota dengan kehidupan yang sangat keras.

Menurut Marina, anak-anaknya sempat menitikkan air mata saat melepas kepergiannya dari rumah dengan seragam sopir Blue Bird.

Tapi lama kelamaan, rasa sedih dan khawatir tersebut berubah jadi bangga dan salut melihat keteguhan hati sang ibu demi untuk masa depan kedua anaknya.

Berkat kegigihannya itulah, Marina mampu menyekolahkan kedua anaknya sampai tingkat sarjana karena ia sudah bertekad agar pendidikan kedua buah hatinya lebih baik dari dirinya yang hanya tamatan SMA.

Keteguhan hati dan keikhlasan dalam menjalankan profesi itu pulalah yang membuat Marina muncul di majalah bulanan "Inspiring Woman Digest" edisi Februari 2011, bersama beberapa wanita terkenal lainnya, diantaranya pengusaha Dewi Motik Pramono dan Ingrid Kansil.

Perlakuan istimewa

Selama menjadi sopir taksi, Marina mengaku beruntung tidak pernah mengalami kejadian yang luar biasa, seperti penodongan oleh penumpang atau kejadian lainnya.

Kalau pun ada hal-hal yang tidak menyenangkan, itu pernah terjadi saat ia distop oleh beberapa lelaki yang dari gerak-geriknya sedang mabuk.

"Di perusahaan ada aturan kalau kita tidak boleh menolak penumpang. Tapi melihat gelagat yang tidak beres karena lelaki tersebut bicara kasar dan mulutnya bau alkohol, saya langsung tancap gas sebelum mereka naik," kata Marina.

Tapi tidak jarang Marina juga menerima perlakuan istimewa, baik dari para penumpang maupun dari sesama pengemudi taksi dari perusahaan lain.

Kalau yang menumpang adalah sesama perempuan, mereka biasanya tidak mau menerima uang kembalian.

"Simpan saja kembaliannya, untuk anak-anak di rumah," kata Marina menirukan ucapan penumpang yang bersimpati kepadanya.

Sesama pengemudi dari perusahaan lain pun juga sering mengistimewakan Marina, padahal persaingan antara sesama mereka sangat ketat.

Marina bercerita bahwa suatu hari, ia pernah mangkal di depan sebuah hotel di kawasan Jakarta Timur yang sebenarnya dikuasai oleh taksi dari perusahaan lain dan pengemudi Blue Bird tidak berani mangkal disana.

"Tapi mungkin karena saya perempuan, supir taksi dari perusahaan yang lain tidak keberatan, padahal kalau ada taksi Blue Bird berada disana, pasti sudah diusir," katanya.

Sebagai mantan atlet yang pernah mengibarkan Merah Putih di kompetisi tingkat Asia, Marina mengatakan bahwa juga berharap ada perhatian dari pemerintah agar mereka bisa hidup layak setelah pensiun sebagai atlet.

Saat mengalami kesulitan hidup setelah berpisah dengan suaminya dan harus menghidupi kedua anaknya, Marina pernah terpikir untuk mendatangi Kantor Menpora meminta bantuan, tapi ia tidak tahu harus menemui siapa sehingga rencana tersebut tidak pernah terwujud.

Setelah beberapa tahun kemudian dan ia sendiri sempat melupakannya, harapan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut kembali muncul setelah ia bertemu dengan pejabat kantor Menpora yang kebetulan menumpang taksinya.

"Waktu itu saya mendapat penumpang Pak Karsono dari Menpora. Beliau kaget setelah membaca majalah Blue Bird Grup bahwa saya adalah mantan atlet silat yang pernah berprestasi tingkat Asia," kata Marina.

Hati Marina pun berbunga-bunga ketika Karsono mengatakan bahwa Kantor Menpora mempunyai program penghargaan berupa bantuan rumah untuk mantan atlet berprestasi yang belum punya rumah.

"Sepulang mengantar Pak Karsono ke Menpora, saya langsung pulang dan sambil menangis meminta kepada ibu saya agar saya didoakan mendapat penghargaan rumah dari Menpora. Ibu saya ikut menangis karena sangat berharap," kata Marina dengan mata berbinar.



Sumber : ANTARA News  



Kuburan Massal Berisi 40 Jasad Sopir Taksi Ditemukan

Foto : Kuburan Massal (EPA)

BAGHDAD - Irak yang terluka akibat perang bertahun-tahun, ledakan bom dan konflik sektarian kembali dikejutkan dengan adanya kuburan massal yang berisikan 40 jasad para sopir taksi.

Beberapa hari yang lalu, sebuah kuburan massal ditemukan di Kota Dujail yang terletak di bagian utara Ibu Kota Irak, Baghdad. Kuburan massal memang memenuhi Irak, dan salah satu penyebabnya adalah adanya pembantaian oleh rezim Saddam Hussein.

Namun Pemerintah Irak menyatakan, kuburan massal berisi jasad sopir taksi ini bukan merupakan ulah Saddam. Sebanyak 40 sopir taksi itu tewas akibat ulang genk kriminal yang merampas mobilnya. Demikian seperti diberitakan New York Times, Senin (12/9/2011).

Polisi menyatakan, para anggota genk mencuri sekira puluhan taksi dua tahun yang lalu, membantai para sopir-sopirnya dan menguburkannya di Kota Dujail yang terkenal akan pembantaian massal.

Sebanyak tiga orang tersangka yang salah satunya adalah pimpinan genk tersebut ditangkap dalam beberapa pekan terakhir ini. Para ketua genk umumnya memanggil taksi di Kota Baghdad dan pergi ke Kota Dujail, sesampainya di pinggiran Kota Dujail, taksi pun dihadang oleh anggota genk. Sopir taksi dibunuh dan mereka menjual mobil taksi tersebut.

Kepolisian di Irak pun melakukan investigasi setelah muncul laporan dari perusahaan taksi yang mengatakan, para sopir taksi mereka hilang. Di Provinsi Babil, kasus yang serupa juga terjadi. Sebanyak 35 sopir taksi dinyatakan hilang pada tahun ini.




Sumber : okezone

Selasa, 06 September 2011

Mencegah peristiwa perkosaan oleh supir taksi terhadap penumpang wanita



Sungguh memilukan, berita dikoran melaporkan penumpang wanita sering diperkosa oleh kelompok supir-supir biadab. Selain diperkosa, hartanya juga ludes dirampas, bahkan uang di ATM pun dikuras.

Saya mempunyai suatu ide, yang mungkin dapat mengurangi peristiwa yang memilukan tersebut, saya harap masyarakat dapat menyempurnakan ide saya.

1. Kebanyakan peristiwa tersebut, pembantu perampok dan pemerkosa muncul dari BAGASI. Saya sarankan semua taksi yang akan datang, hanya boleh memakai tipe kendaraan yang tidak ada bagasi, misalnya Avanza, honda Freed, Daihatsu Xenia. Keuntungannya adalah pembantu perampok tidak bisa umpet di bagasi, dan penumpang yang membawa bagasi banyak, bisa membawa barang bawaan lebih banyak.

2. Semua taksi dilarang memasang kaca film! Dan didalam ruangan taksi, dipasang lampu penerangan yang cukup terang, sehingga pak Polisi atau orang luar dapat melihat gerak gerik yang ada didalam kendaraan. Lampu ini harus selalu nyala! Jika polisi melihat ada taksi yang tidak nyalakan lampu dalam ruang kabin, maka ia berhak segera menyetopkan dan periksa. Bagi warga Jakarta, jika melihat ada gelagat taksi/penumpang taksi yang mencurigakan, berhak memepet taksi tersebut untuk menanya penumpang (membuka kaca jendela dan bicara dengan penumpang wanita), jika supir taksi menolak, maka cukup HP ke 112 melaporkan ke polisi lalulintas. Ini sangat ampuh untuk menekan batin bagi oknum supir taksi yang beritikat jahat.

3. Untuk mencegah kawanan perampok masuk dari luar, konsultasi dengan pabrik mobil, dibuat tipe khusus taksi, yang pintu taksinya pertama hanya bisa dibuka oleh supir taksi, dan setelah penumpang masuk, menekan suatu tombol lock, maka pintu taksi tidak bisa dibuka lagi kecuali penumpang merelease tombol lock tersebut. Sehingga kawanan perampok tidak bisa masuk dari luar. Bila ada modifikasi oleh oknum supir taksi, maka alat Black Box akan mencatat dan melaporkan ke pusat kontrol, dan taksi tidak bisa jalan jika dimodifikasi.

4. Setiap perusahaan taksi wajib memasang tracking sistem, sehingga bila terjadi lagi peristiwa perampokan/perkosaan penumpang, perusahaan taksi tinggal tanya jam kejadian peristiwa, dan start naik taksi dilokasi mana, maka tracknya bisa ketahuan, taksi mana yang melakukan. Alat ini juga sangat berguna bagi perusahaan taksi jika taksi mereka dirampok, bisa segera mengetahui lokasi taksinya.

5. Alat tracking sistem, black box, bisa merupakan suatu alat yang terpadu. Dan berguna bagi perusahaan taksi tersebut untuk melayani taksi panggil. Management dapat mengetahui dilokasi mana mereka punya taksi yang kosong.

6. Terakhir, jika terjadi hal serupa lagi, supir taksi dan pembantu perampokan/perkosaan hukumnya seringan-ringan adalah selain masuk penjara, burung dan telornya DIPOTONG.

Mohon pendapat dari masyarakat agar bisa lebih disempurna.




Game Online

Taxi Truck

Play free Games - a game from Driving | Racing Games